Padang , Sinyalhonews.com,— Siapa sangka, di balik sosok intelektual dan pemimpin organisasi alumni ternama, terdapat kisah perjuangan yang luar biasa. Dr. dr. Rahayusalim, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni SMA Negeri 3 (PB IKASMANTRI), ternyata merupakan putra dari seorang tukang tambal ban di Pasar Alai, Padang.
Lahir dan besar dalam kesederhanaan, Rahayusalim kecil tumbuh di lingkungan yang keras namun penuh semangat. Sang ayah, yang sehari-hari menambal ban demi menghidupi keluarga, menanamkan nilai kerja keras dan kejujuran yang menjadi fondasi kuat dalam hidup Rahayusalim.
Lulus dari SMA Negeri 3 Padang pada tahun 1985, ia menempuh jalan panjang dan penuh tantangan untuk meraih cita-citanya menjadi dokter. Tidak mudah, namun tekad dan dukungan keluarga membuatnya terus maju. Dengan ketekunan dan kegigihan, ia berhasil menempuh pendidikan kedokteran, hingga akhirnya meraih gelar doktor dan menjadi seorang dokter spesialis ternama.
Kini, sebagai Ketua Umum PB IKASMANTRI, Dr. dr. Rahayusalim tak hanya dikenal sebagai tokoh medis yang kompeten, tapi juga sebagai pemimpin yang menginspirasi banyak alumni muda. Di bawah kepemimpinannya, IKASMANTRI berkembang menjadi wadah yang solid untuk menjalin kekuatan alumni demi kontribusi nyata bagi bangsa.
Kisah hidupnya adalah pengingat bahwa latar belakang bukanlah batas. Dari bengkel tambal ban di Pasar Alai, Dr. dr. Rahayusalim membuktikan bahwa mimpi besar bisa menjadi nyata dengan tekad, kerja keras, dan pendidikan.
( Mat )