Padang, Sinyalgonews.com, – Dasman yang sekarang masih menjabat sebagai anggota DPR dengan alamat kantor di Sawahan Kota Padang. Berjuang untuk masyarakat Batu Gadang di Kasumbo Kecamatan Lubuk Kilangan tanpa mengharapkan imbalan.

Contoh perjuangan Dasman yang tidak bisa dilupakan oleh masyarakat Batu Gadang Lubuk Kilangan pada tanggal 1 Maret 2016 memperjuangkan jalan yg di pagar tinggi oleh Semen Padang timbal balik menuju Karang Putih yang di sebut sekarang oleh masyarakat bokoper, dan melarang diduga Limbah cifron/bahan beracun yang dibawa dari pakan baru dibongkar di Karang Putih karena itu zat yang berbahaya apabila tekena pada masyarakat bisa berdampak pada kulit atau gatal-gatal.

Padahal Dasman ini daerah pemilihannya tidak dapil 3 waktu itu alias pemilihannya di Pauh, Kuranji bukan di Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, Bungus dan Taluk Kabung. Tentu tidak ada maksudnya Dasman untuk mengambil muka pada masyarakat Batu Gadang Lubuk Kilangan.
Apalagi yang luar biasanya keterangan dari Ril dkk yang pergi datang mengadukan nasib masyarakat nya ke Kantor DPR Sawahan Padang kebetulan bertemu dengan Dasman di DPR padang diajak makan dan minum mande-mande dan kawan – kawan ini dahulu dengan biaya dari saku kantong pribadi Dasman sediri tanpa memikirkan berapa jumlah uang/kocek yang dikeluarkan Dasman itu tidak akan bisa dilupakan.
Setelah selesai makan dan minum dibantu lah oleh Dasman menghubungi ketua DPRD Padang, Wakil ketua DPRD Padang, ketua Komisi dan seluruh pihak pihak terkait di DPRD Padang setelah datang yang dihubungi tadi berlanjut lah keruangan Sidang/ Rapat di DPR Sawahahan Padang.
Yang membuat terharunya mayarakat yang datang ke DPRD Padang menyaksikan langsung di ruangan sidang Dasman dengan suara lantang menegaskan tolong yang hadir dari PT Semen Padang, yang bisa memutuskan kalau tidak kami tidak bisa menerima di DPR, sebab ini rapat bukan main-main atau rapat biasa tetapi rapat mengambil keputusan dan diruangan sidang Dasman pun tegas bahwa masyarakat harus diberi dan tidak boleh ditutup jalan. Limbah berbahaya tidak boleh dibawa ke Karang Putih karena disitu lingkungan masyarakat.
Dasman meminta kepada masyarakat yang hadir apa yang harus kami bantu lagi dijawab oleh masyarakat yang hadir bapak harus turun kelapangan melihat nasib kami ditantang lagi oleh Dasman kapan mau nya kami harus turun dijawab lagi oleh masyarakat yang hadir “kalau boleh besok kami minta bapak turun”. Akhirnya ditegaskan oleh Dasman besok kita turun kelapangan jam 09 pagi tunggu kami dilokasi Alhamdulillah jalan tidak jadi ditutup limbah berbahaya pun ditutup senang lah hati masyarakat menerima keputusan itu.
Seperti yang diketahui kejadian itu tahun 2016 padahal 2019 nya Dasman ikut maju dengan daerah pemilihan DPR masih Pauh dan Kuranji tidak ada hubungannya dengan Lubuk Kilang tetapi Dasman sudah menganggap Lubuk Kilangan ini kampung nya sendiri
Budi