PADANG, Sinyalgonews.com— Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau atau LKAAM Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati, menyampaikan pandangannya terkait kondisi masyarakat Muslim di Xinjiang, China, setelah melakukan kunjungan langsung bersama delegasi Islam wilayah kerja Konsulat Jenderal China di Medan.
Dalam keterangannya, Fauzi Bahar menyebut bahwa kondisi yang ia lihat secara langsung di Xinjiang berbeda dengan berbagai isu yang selama ini beredar di luar negeri. Menurutnya, masyarakat Muslim di wilayah tersebut tetap menjalankan aktivitas keagamaan dan kehidupan sosial secara normal.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempererat hubungan budaya dan pertukaran informasi antara masyarakat Indonesia dengan China. Fauzi Bahar mengaku mendapatkan kesempatan melihat langsung kehidupan masyarakat di beberapa wilayah, termasuk Kashgar yang selama ini sering menjadi sorotan dunia internasional.
“Saya melihat masyarakat Muslim di sana tetap bisa menjalankan kehidupan beragama dengan normal, dan pemerintah juga memberikan banyak dukungan untuk pembangunan daerah,” ujar Fauzi Bahar dalam keterangannya.
Ia menambahkan, sebelum melakukan perjalanan ke Xinjiang dirinya sempat mendengar berbagai isu mengenai dugaan kerja paksa, tekanan terhadap etnis Muslim Uyghur, hingga kesulitan hidup masyarakat di kawasan tersebut. Namun setelah melihat kondisi lapangan secara langsung, Fauzi menilai kenyataan yang ada tidak sepenuhnya sama dengan informasi yang beredar.
Menurut Fauzi, pembangunan infrastruktur di Xinjiang terlihat berkembang cukup pesat. Ia menyebut pemerintah setempat membangun berbagai fasilitas umum, kawasan hunian baru, serta memperbaiki wilayah-wilayah yang sebelumnya terdampak bencana alam, termasuk gempa bumi.
“Kami melihat pembangunan di sana berjalan dengan baik. Pemerintah juga menyediakan perumahan baru dan fasilitas hidup yang lebih lengkap bagi masyarakat,” katanya lagi.
Fauzi juga menyoroti penataan kembali kawasan kota lama di Kashgar yang menurutnya kini tampak lebih tertata dan modern dibanding sebelumnya. Ia menyebut banyak bangunan lama yang dulunya terbengkalai kini diperbaiki menjadi kawasan pemukiman baru yang lebih layak huni bagi masyarakat.
Selain itu, ia menilai kondisi kehidupan masyarakat setempat terlihat lebih stabil dari sisi ekonomi maupun lingkungan sosial. Infrastruktur jalan, fasilitas publik, serta sarana pendidikan juga dinilai mengalami perkembangan yang cukup signifikan.
Dalam lawatan tersebut, Fauzi Bahar juga mengunjungi salah satu universitas Islam di China. Ia mengaku melihat perhatian pemerintah terhadap pendidikan generasi muda cukup besar, termasuk dalam bidang pendidikan agama Islam. Menurutnya, kesempatan belajar yang diberikan kepada generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam kemajuan masyarakat Muslim di negara tersebut.
Ia bahkan mengutip pepatah lama yang terkenal di dunia Islam, yakni “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina,” sebagai gambaran pentingnya pendidikan dan keterbukaan wawasan antarbangsa.
Kunjungan delegasi ini pun dinilai menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman yang lebih objektif terhadap kondisi masyarakat Muslim di Xinjiang. Fauzi berharap masyarakat Indonesia dapat melihat berbagai informasi internasional secara lebih bijak dengan mempertimbangkan fakta lapangan dan hasil kunjungan langsung.
Meski demikian, isu mengenai Xinjiang sendiri selama beberapa tahun terakhir memang menjadi perhatian dunia internasional. Berbagai media asing, organisasi HAM, hingga sejumlah negara pernah menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uyghur di wilayah tersebut. Di sisi lain, pemerintah China berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kebijakan yang dilakukan bertujuan menjaga stabilitas serta pembangunan wilayah.
Perbedaan pandangan mengenai kondisi Xinjiang masih terus menjadi perdebatan di tingkat internasional. Karena itu, kunjungan langsung tokoh masyarakat dan pemimpin organisasi ke wilayah tersebut dinilai dapat memberikan perspektif tambahan bagi publik dalam memahami situasi sebenarnya.
Fauzi Bahar berharap hubungan masyarakat Indonesia dan China, khususnya dalam bidang budaya, pendidikan, dan keagamaan, dapat terus terjalin dengan baik melalui dialog dan kunjungan antarbangsa seperti yang dilakukannya saat ini.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com