PADANG, Sinyalgonews.com,–Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI), Nof Hendra, menyambut hangat dan mengapresiasi Azerbaijan sebagai tuan rumah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026 di Kota Baku, Republik Azerbaijan, sebagaimana dilansir dari situs resmi World Environment Day.
Hal ini disampaikan Nof Hendra melalui keterangan tertulis kepada awak media di Padang, Senin (8/6/2026).
Azerbaijan saat ini tengah gencar mengejar pertumbuhan hijau dan energi terbarukan. Negara tersebut berkomitmen meningkatkan energi terbarukan hingga 30% pada 2030 dan mengurangi emisi sebesar 40% pada 2035.
Komitmen itu diwujudkan lewat proyek skala besar, yaitu pembangunan PLTS Garadagh 230 MW dan Ladang Angin Khizi-Absheron 240 MW. Di Kota Baku, pemerintah sudah menggunakan bus modern rendah emisi serta mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik (EV). Sementara Wilayah Karabakh dan Zangezur Timur dikembangkan menjadi zona ‘nol emisi’ melalui pemanfaatan energi terbarukan dan restorasi ekosistem.
Untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, kampanye nasional Azerbaijan menyorot 3 isu utama: konservasi keanekaragaman hayati dan restorasi ekosistem, aksi iklim, serta energi terbarukan.
Sorotan utama: Krisis Iklim & Ekosistem
Nof Hendra mengutip data resmi World Environment Day bahwa kota-kota bertanggung jawab atas sekitar *70% emisi* global. Saat ini pemanasan global telah melebihi batas 1,5°C. Namun dengan solusi tepat, pemanasan masih bisa ditekan hingga 0,5°C.
Ia juga merujuk riset Library Universitas Brawijaya yang menyebut aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi telah meningkatkan emisi gas rumah kaca. Dampaknya terlihat pada cuaca ekstrem, kenaikan permukaan air laut, dan penurunan keanekaragaman hayati.
“Hutan dan lautan adalah bagian integral lingkungan kita yang menyediakan oksigen, makanan, dan habitat bagi keanekaragaman hayati. Kerusakan ekosistem sama artinya dengan menggerus masa depan anak cucu,” tegas Nof Hendra.
Desakan FDI untuk Indonesia
Melihat langkah Azerbaijan, Nof Hendra mendorong pemerintah RI mengambil tindakan nyata: beralih ke energi terbarukan, menerapkan praktik berkelanjutan sehari-hari, dan mempercepat restorasi ekosistem.
“Oleh karena itu penting bagi kita mengurangi emisi gas rumah kaca dengan transisi energi bersih. Target EBT 30% Azerbaijan pada 2030 bisa jadi cermin bagi Indonesia untuk lebih ambisius mewujudkan net zero emission,” ujarnya.
FDI berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim bukan isu jauh, tapi krisis nyata yang harus dijawab lewat kebijakan berani, anggaran hijau, dan partisipasi publik.
*****