PADANG, Sinyalgonews.com, – Himpunan Media Sumbar (Hamas) kembali menggelar parade budaya yang dihadiri segenap seniman, budayawan, dan jurnalis terkemuka di Ranah Minang, Sabtu, 4 Januari 2024, bertempat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat.

Acara ini dihadiri oleh Kadis Kebudayaan Sumbar Dr. Jefrinal Arifin mewakili Gubernur Sumbar, Ketua DPW Gebu Minang Fadly Amran, Sekretaris Universitas UNP Dr. Erianjoni, para seniman dan kalangan pers seperti Hasril Caniango, penyair Syarifuddin Arifin, Andria C. Thamsin, Yeyen Kiram, Muhammad Isa Gautama dan sebagainya termasuk dari kalangan seniman muda, penikmat sastra, dosen, guru, mahasiswa dan pelajar di Kota Padang.
Kadis Kebudayaan Provinsi Sumbar Dr. Jefrinal Arifin mengatakan ” Pemerintah Sumbar sangat mengapresiasi dan bangga atas kontribusi Prof. Harris Effendi Thahar dalam karya- karya beliau dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk belajar atas kepiawaian beliau dalam menghasilkan karya- karya sastranya dan Pemprov Sumbar akan terus mendukung segala aktivitas budaya.”
Dalam agenda ini juga diserahkan Piagam Achiement Motivation Award dari HAMAS ke Prof. Harris Effendi Thahar, dan sekaligus Pemotongan Tumpeng Ulang Tahun beliau. Dilanjutkan sejumlah kegiatan Orasi Budaya oleh Prof. Harris Effendi Thahar, Testimony Speech, live Achievement Award, bedah cerpen, dan parade Baca Puisi
“Kali ini kami menggelar acara 75 tahun Prof. Haris Effendi Thahar dengan Tajuk si Padang,” ungkap koordinator Hamas, Isa Kurniawan.
Dikatakan Isa, acara ini juga dalam rangka memperingati HUT ke-35 Gebu Minang dan dihadiri oleh Ketua DPW Gebu Minang Sumbar Fadly Amran yang juga Walikota Padang terpilih.
Ditambahkan Isa bahwa, acara berkesenian dan berkebudayaan ini merupakan yang kelima kalinya diadakan oleh Hamas. Sebelumnya sudah pula menggelar; “Peringatan 88 Tahun Rusli Marzuki Saria”, “Peringatan 20 Tahun Wafatnya Hamid Jabbar”, “Mengenang Sang Legenda Chairul Harun,” dan “Parade Baca Puisi Karya Upita Agustine” yang baru lalu.

“Semua ini merupakan sebagai bentuk penghargaan terhadap para sastrawan, wartawan dan akademisi, yang telah mengharumkan nama Sumbar, atau katakanlah Ranah Minang, dengan karya-karya mereka yang fenomenal dan melegenda,” tutur Isa.
“Kalau tidak kita-kita yang menghargai siapa lagi?” tegasnya.
Juga, kata Isa, sekaligus sebagai pemantik semangat kaum muda Minang bisa pula berkesenian dan berkebudayaan dengan menghasilkan karya-karya, yang kalau bisa lebih hebat dari para pendahulu.
“Karena berkesenian dan berkebudayaan itu bergerak di jalan sunyi, semoga acara ini mendapatkan dukungan dari semua pihak,” harap Isa.
“Kegiatan kita isi dengan pembacaan puisi dari penyair-penyair terpandang di daerah ini,” kata Isa.
Pembacaan puisi dilakukan oleh Syarifuddin Arifin (Penyair Senior/Sastrawan), Dr Sheiful Yazan, MSi (Akademisi UIN Imam Bonjol/Sastrawan), Dr Andria C Tamsin, MPd (Akademisi UNP/Sastrawan), M.A. Dalmenda, MSi (Akademisi Unand/Sastrawan), Dr. Mohammad Isa Gautama, S.Pd., M.Si dan Armeynd Sufhasril (Penyair/Sastrawan)
Selanjutnya, Yeyen Kiram (Penyair/Sastrawati), Leni Marlina, SS, MA (Akademisi UNP/Sastrawati), Ka’bati, MSi (Aktivis Perempuan/Politisi), Tri Vidya Rahmadhani (Mahasiswi FBS UNP), Belha Je Venru (Siswi SMKN 6 Padang) dan Afiqa Carissa Makmur (Siswi SMPN 2 Padang).
Menariknya, sejumlah siswa juga ikut membacakan puisi di acara tersebut. Seperti Abiyu Surya Afandi (siswa SMAN 1Cimaggung, Kabupaten Sumedang) dan Axelle Khiaran Gautama (siswa SDN 09 Baringin Lima Kaum Tanah Datar).
Pada acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng peringatan HUT ke-35 Gebu Minang yang dilakukan Ketua DPW Gebu Minang Fadly Amran yang diserahkan ke wartawan senior Hasril Chaniago.
Tak ketinggalan, Prof Haris Effendi Thahar membacakan orasi kebudayaan dengan judul Cerpen Obsesi si Padang yang bercerita soal perjalanan hidupnya dari kecil hingga saat ini.
Dramatisasi puisi Harris Thahar juga dibawakan 3 orang anak muda yang tergabung dalam Gaung Ekpos dan menceritakan keprihatinan terhadap kondisi sosial kampung halaman saat ini dengan judul “Kaba dari Kampung”.
Puisi-puisi karya Harris Effendi Thahar dibacakan untuk menyemarakkan acara yang penuh nilai, makna, hikmah, dan pelajaran tersebut.(MAH)