Pasaman Barat (Sinyalgonews.com) — Sabtu, 19 Juli 2025
Kondisi memprihatinkan tengah melanda para pengusaha sarang burung walet di Kabupaten Pasaman Barat. Pasalnya, harga sarang burung walet — baik jenis putih maupun hitam — mengalami penurunan drastis sejak dua tahun terakhir. Banyak pengusaha kecil pun mulai putus asa, bahkan sebagian terancam gulung tikar.
Sarang burung walet putih yang sebelumnya dijual hingga Rp 9 juta per kilogram, kini hanya dihargai sekitar Rp 4 juta/kg. Sedangkan jenis sarang walet hitam, yang dulunya tembus Rp 6,5 juta/kg, kini juga merosot menjadi Rp 4 juta/kg.
“Penurunan harga ini sudah berlangsung sejak tahun 2022. Kalau kondisi ini terus berlanjut, bisa jadi banyak pengusaha walet, terutama yang skala kecil, akan kolaps. Kami sangat berharap adanya campur tangan Pemerintah Pusat untuk menjalin kerja sama dagang kembali dengan Cina dan Thailand, yang selama ini menjadi pasar terbesar sarang burung walet dunia,” ujar Mabrur, salah seorang pengusaha sarang burung walet asal Ujung Gading, kepada Sinyalgonews.com, Sabtu (19/07/2025).
Ketika ditanya lebih lanjut soal penyebab anjloknya harga, Mabrur mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, dari informasi yang beredar di kalangan pelaku usaha, diduga ini terjadi akibat melemahnya sistem perdagangan sarang walet di dua negara tujuan ekspor utama — Cina dan Thailand.
“Sebenarnya kiblat perdagangan sarang walet itu memang ke Cina dan Thailand. Tapi saat ini kabarnya sistem dan permintaan di sana sedang kacau. Bisa jadi inilah penyebab utama harga pasaran kita ikut anjlok,” jelasnya.
Lebih miris lagi, menurut Mabrur yang sudah menggeluti bisnis walet sejak tahun 2000, saat ini bukan hanya soal harga yang jadi masalah. Kesulitan juga terjadi dalam menjual produk itu sendiri.
“Dulu, jelang musim panen harga mulai naik dan pembeli banyak datang langsung. Tapi sekarang malah sebaliknya, pengusaha yang harus cari-cari penampung, dan itupun belum tentu dibeli. Ini sangat menyedihkan,” pungkasnya.
Para pengusaha berharap pemerintah tidak tinggal diam. Sebab bila tak segera dicarikan solusi, maka akan banyak sentra walet di Pasbar yang mati suri, dan mata pencaharian ribuan warga ikut terdampak.
( OS )