PADANG, Sinyalgonews.com – Semangat kebersamaan dan keberagaman akan menjadi warna utama dalam peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Pemerintah Kota Padang bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Padang menghadirkan pertunjukan Tari Kolosal “Urang Padang Jalan Barampek”, sebuah karya budaya yang mengangkat harmoni kehidupan masyarakat multietnis sebagai kekuatan utama pembangunan Kota Padang.
Tarian kolosal tersebut akan menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian Padang Harmony Festival, yang diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan HJK Padang tahun 2026. Melalui pertunjukan ini, masyarakat tidak hanya disuguhkan keindahan seni tari, tetapi juga diajak memahami makna persatuan yang telah mengakar selama ratusan tahun di Kota Padang.
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Padang, Drs. Suardi Dt. Garang, menjelaskan bahwa Tari “Urang Padang Jalan Barampek” menggambarkan kehidupan harmonis empat etnis utama yang sejak lama hidup berdampingan di Kota Padang, yakni Minangkabau/Melayu, Tionghoa, India, dan Nias.
Menurutnya, keberagaman tersebut bukanlah perbedaan yang memecah belah, melainkan kekuatan sosial yang menjadikan Kota Padang tumbuh sebagai kota yang damai, terbuka, dan saling menghormati antarsesama.
Keunikan tarian ini tidak hanya terletak pada koreografi yang melibatkan banyak penari, tetapi juga pada pesan budaya yang disampaikan. Pada bagian akhir pertunjukan, para penari akan membawa dulang berisi aneka kuliner khas dari masing-masing etnis. Adegan tersebut menjadi simbol bahwa kekayaan gastronomi Kota Padang lahir dari perpaduan budaya yang berlangsung secara harmonis selama berabad-abad.
Padang
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Kota Padang, Nofiandi Amir, mengatakan bahwa pertunjukan tersebut selaras dengan semangat Padang Harmony Festival yang mengusung visi menjadikan Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia melalui program Taste of Padang Experience – Road to Gastronomy City.
Ia menilai bahwa keberhasilan suatu daerah bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kerukunan sosial. Karena itu, keberagaman budaya yang dimiliki Kota Padang harus terus dirawat sebagai aset berharga untuk mendukung sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan investasi.
Padang Harmony Festival sendiri merupakan agenda budaya perdana yang digelar secara besar-besaran dalam rangka HJK ke-357. Festival ini akan berlangsung di kawasan bersejarah Kota Lama Batang Arau pada 7, 8, dan 10 Agustus 2026, menghadirkan pertunjukan seni dari berbagai paguyuban etnis yang ada di Kota Padang.
Selain empat etnis utama yang menjadi filosofi “Urang Padang Jalan Barampek”, festival tersebut juga melibatkan berbagai komunitas budaya lain seperti Jawa, Sunda, Batak, Bali, dan sejumlah paguyuban nusantara yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Padang.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Padang ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah ancaman, melainkan modal sosial yang mampu memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan daerah.
Tidak hanya menjadi tontonan budaya, Padang Harmony Festival juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Kota Padang kepada masyarakat nasional maupun mancanegara.
Dengan mengangkat tema besar kebersamaan, Tari Kolosal “Urang Padang Jalan Barampek” diharapkan menjadi pesan moral bagi seluruh masyarakat agar terus menjaga toleransi, memperkuat rasa saling menghormati, dan mempertahankan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
Momentum Hari Jadi Kota Padang ke-357 pun menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui keharmonisan masyarakat yang hidup dalam semangat persaudaraan tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.
Melalui panggung budaya ini, Kota Padang ingin memperlihatkan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa keberagaman adalah kekuatan yang mampu melahirkan kreativitas, memperkaya tradisi, serta menjadi fondasi menuju kota yang maju, inklusif, dan berkelas dunia.
Editor: TEUKU HUSAINI