Padang, Sinyalgonews.com,–Dipelopori oleh ASN di Bagian Otda Biro Pem dan Otonomi Daerah Pemprov Sumbar, Yudi Edmund, SH. M.Hum, dan Agung Eka Mulya Dharma, SH Kepala Bagian Otonomi Daerah kegiatan sarapan bersama kalangan ASN, dan telah mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ezeddin Zain, S.H, M.E, kini telah menjadi rutinitas baru dan mengasyikkan di lingkungan Pemprov Sumbar.
Kegiatan bertajuk Sarapan Bersama ASN (SARASA) itu, antara lain mengusung konsep “dari kita untuk kita”. Selain memupuk semangat kekeluargaan, dari kegiatan itu juga diharapkan akan meningkatkan semangat dan etos kerja ASN, serta semangat kebersamaan jiwa korsa.
Agung Kepala Bagian Otonomi Daerah, menyatakan bahwa yang terpenting adalah Dalam upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif, partisipatif, dan adaptif, diperlukan pendekatan manajemen ASN yang tidak hanya berbasis sistem dan regulasi, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, psikologis, dan kultural dari para pegawainya. Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat merespons kebutuhan tersebut melalui sebuah inovasi sederhana namun berdampak, yaitu SARASA (Sarapan Bersama ASN).
Inovasi ini juga merupakan refleksi dari nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya nilai kolaboratif, adaptif, dan harmonis, serta sejalan dengan misi pembangunan daerah yang menempatkan kualitas sumber daya aparatur sebagai pilar utama pelayanan publik. Dalam konteks reformasi birokrasi nasional, SARASA menjadi contoh nyata bahwa budaya kerja yang sehat dan produktif dapat dibangun tanpa harus bergantung pada insentif material atau intervensi top-down.
“Kegiatan ini sama sekali tidak membebani APBD. Sesuai tema, dari kita untuk kita. Jadi semua ASN terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini,” kata Yudi, sang penggagas SARASA.
Selama ini terang Yudi, para ASN rata-rata sarapan pagi sendiri-sendiri. Ada yang makan di tempat dengan membawa bekal, dana ada pula yang sarapan di kedai atau kantin di lingkungan kantor. “Dari fenomena itulah saya melihat, bahwa kegiatan ini akan sangat efektif. Karena memang hampir semua ASN melakukan aktifitas sarapan pagi sebelum bekerja dan melaksanakan rutinitas,” pungkasnya.
Dalam praktiknya, para ASN di Biro Pem dan Otda mengalokasikan biaya untuk satu kali sarapan sebesar Rp15 ribu, dengan estimasi harga sepiring lontong sayur dan segelas kopi atau teh hangat. ASN yang sedianya sarapan diluar, selanjutnya membawa makanan sesuai selera dan dikumpulkan di kantor.
“Hasilnya, ya menu sarapan menjadi lebih banyak pilihan dan variatif. Seperti pisang ketan, lontong sayur, nasi sup, nasi goreng, aneka kue basah, serta minuman hangat. Intinya, tidak ada yang diberatkan, karena memang sesuai dengan standar harga untuk sekali sarapan,” papar Yudi.
Namun imbuh Yudi, kegiatan SARASA hanya dilaksakan satu kali dalam sebulan, yakni setiap hari jumat usai para ASN mengikuti wirid Kantor Gubernur. Dari masjid, para ASN Biro Pem dan Otda, lantas bersama-sama ke ruangan yang sebelumnya telah disulap untuk sarapan pagi bersama.
“Alhamdulillah, kegiatan ini telah memberikan dampak positif dalam upaya meningkatkan silaturahmi dan memacu semangat kerja ASN,” ujar Yudi.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kegiatan yang digagas anak buahnya itu. Mahyeldi mengatakan, dari semangat kerjasama dan kebersamaan yang terbangun antar ASN, khususnya di satu lingkungan OPD, tentunya diharapkan akan berdampak terhadap peningkatan etos kerja.
“Dengan kerjasama yang kuat, muaranya tentu diharapkan akan mampu meningkatkan pencapaian segala target dan program kerja yang menjadi tanggungjawab OPD terkait. Inovasi ini perlu dipertahankan,” pungkas Mahyeldi.