Padang, Sinyalgonews.Com— Pembinaan mental dan spiritual aparatur menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Menyadari hal tersebut, Kantor Kementerian Agama Kota Padang terus menghadirkan berbagai program pembinaan keagamaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), salah satunya melalui kegiatan Apresiasi Ceramah Singkat yang rutin dilaksanakan menjelang melaksanaan Rutinitas Kerja di Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Selasa,(02/06/26), berlangsung di aula Kantor setempat.
Pada kesempatan tersebut, ceramah singkat yang disampaikan oleh Zarisman Tanjung mendapat apresiasi langsung dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yasril. Dalam tausiyahnya, Zarisman mengangkat tema sederhana namun sarat makna, yakni “Jagalah Hati”, sebuah pesan yang dinilai sangat relevan dengan kehidupan pribadi maupun tugas kedinasan ASN Kementerian Agama.

Menurut Zarisman, hati merupakan pusat kendali kehidupan manusia. Baik buruknya ucapan, tindakan, bahkan keputusan seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi hatinya. Oleh sebab itu, menjaga hati menjadi langkah awal sebelum seseorang berusaha memperbaiki atau mengarahkan orang lain.
“Sebelum kita menjaga yang lain, jagalah hati kita terlebih dahulu. Karena hati yang bersih akan melahirkan pikiran yang jernih, ucapan yang santun, dan perilaku yang membawa manfaat bagi sesama,” ungkapnya di hadapan para ASN dan pegawai yang mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa berbagai persoalan dalam kehidupan sering kali berawal dari hati yang lalai dijaga. Rasa iri, dengki, sombong, dan prasangka buruk dapat tumbuh apabila seseorang tidak membentengi dirinya dengan keimanan dan ketakwaan. Sebaliknya, hati yang selalu dekat dengan Allah SWT akan memancarkan ketenangan dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan, terangnya.
Pesan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yasril. Menurutnya, ceramah singkat yang disampaikan sangat menyentuh dan mengingatkan seluruh ASN akan pentingnya membangun integritas dari dalam diri.
Yasril mengatakan bahwa tugas ASN Kementerian Agama tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan pelayanan publik, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, pembinaan karakter dan spiritualitas harus terus diperkuat agar setiap pegawai mampu menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
“Pesan tentang menjaga hati ini sangat penting. Banyak persoalan dapat diselesaikan apabila hati kita bersih dan niat kita lurus. ASN Kementerian Agama harus menjadi contoh dalam menjaga akhlak, etika, dan integritas, dimulai dari menjaga hati masing-masing,” ujar Yasril.
Lebih lanjut, Yasril, menegaskan bahwa kegiatan pembinaan mental spiritual seperti ini sejalan dengan implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas kehidupan beragama, serta pembangunan budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pelayanan.
Menurut Yasril, ASN yang memiliki hati yang baik akan lebih mudah membangun komunikasi yang harmonis, menciptakan suasana kerja yang kondusif, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan humanis.
Ceramah Singkat ini juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh pegawai untuk senantiasa memperbaiki diri di tengah berbagai tantangan kehidupan dan tuntutan pekerjaan. Di era yang serba cepat dan penuh dinamika, menjaga hati menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting dibandingkan peningkatan kompetensi dan keterampilan kerja.
Para peserta terlihat antusias mengikuti tausiyah hingga akhir. Banyak di antara mereka yang mengaku mendapatkan motivasi dan pencerahan baru dari pesan sederhana namun mendalam yang disampaikan oleh Zarisman Tanjung. Nilai-nilai yang disampaikan dinilai mampu menjadi pengingat agar setiap ASN tetap menjaga keikhlasan dalam bekerja dan tidak melupakan aspek spiritual di tengah kesibukan tugas.
Melalui kegiatan seperti ini, Kementerian Agama Kota Padang berharap budaya pembelajaran, pembinaan akhlak, dan penguatan spiritualitas dapat terus tumbuh di lingkungan kerja. Dengan hati yang terjaga, ASN tidak hanya mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih bijaksana, sabar, dan penuh empati.
Pesan “Jagalah Hati” yang disampaikan Zarisman Tanjung menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari dalam diri. Ketika hati terpelihara dengan baik, maka pikiran, perkataan, dan perbuatan akan berjalan pada jalan kebaikan. Dari hati yang bersih lahir pelayanan yang tulus, kerja yang ikhlas, dan pengabdian yang membawa keberkahan bagi umat dan bangsa.
Dengan semangat tersebut, Kankemenag Kota Padang terus berkomitmen menjadikan pembinaan mental spiritual sebagai bagian penting dalam membangun ASN yang profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia, selaras dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.