Editor: TEUKU HUSAINI
PADANG, Sinyalgonews.com,–Pemerintah Kota Padang resmi memberlakukan penutupan sejumlah akses jalan menuju kawasan Pasar Raya Padang mulai 29 Juni hingga 30 Desember 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari proyek revitalisasi besar-besaran kawasan pusat perdagangan yang selama ini menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat Kota Padang.
Penutupan jalan tersebut dipastikan akan berdampak langsung pada arus lalu lintas harian, terutama bagi pedagang, pembeli, serta masyarakat yang biasa melintasi jalur utama di kawasan itu. Meski demikian, pemerintah menegaskan aktivitas perdagangan tetap berjalan seperti biasa dan masyarakat diminta menyesuaikan perjalanan dengan jalur alternatif yang telah disiapkan.
Revitalisasi ini disebut sebagai langkah strategis untuk menata kembali wajah Pasar Raya Padang agar lebih tertib, aman, nyaman, dan modern. Selama bertahun-tahun, kawasan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi yang padat, namun di sisi lain juga kerap menghadapi persoalan kemacetan, parkir liar, dan semrawutnya tata ruang.
Berdasarkan pengumuman resmi, beberapa titik utama yang ditutup antara lain jalur dari arah Jalan Pemuda dan Jalan Diponegoro menuju Sentral Pasar Raya. Penutupan ini bersifat total dan kendaraan tidak lagi bisa melintas lurus seperti biasa. Pengendara diarahkan berbelok melalui Jalan Bandar Olo, kemudian masuk ke Jalan Pasar Raya 1 atau Jalan Pasar Raya 2 sebagai jalur pengalihan utama.
Selain itu, akses dari Jalan Bundo Kanduang menuju kawasan Air Mancur juga ikut ditutup karena menjadi bagian dari area proyek revitalisasi. Sementara kendaraan dari arah Jalan M. Yamin dan kawasan Balaikota Lama juga harus mengikuti rekayasa lalu lintas baru.
Kondisi ini tentu menuntut kesabaran masyarakat. Perubahan jalur selama enam bulan bukan waktu yang singkat. Pedagang berharap proyek berjalan tepat waktu agar aktivitas ekonomi tidak terlalu terganggu. Sebab Pasar Raya bukan sekadar pusat jual beli, tetapi juga tempat ribuan orang menggantungkan hidup setiap harinya.
Pemerintah melalui Dinas Perdagangan Kota Padang mengimbau masyarakat agar mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Selain itu, warga juga diminta mengantisipasi waktu tempuh lebih awal untuk menghindari keterlambatan akibat perubahan arus kendaraan.
Langkah revitalisasi ini memang menuai beragam tanggapan. Sebagian masyarakat mendukung penuh karena dianggap mampu membawa perubahan besar bagi wajah Pasar Raya ke depan. Namun tidak sedikit pula yang khawatir proyek ini akan memperlambat perputaran ekonomi pedagang kecil jika akses pengunjung menjadi terbatas.Bagaimanapun, pembangunan selalu menuntut pengorbanan. Yang paling penting adalah komitmen pemerintah untuk memastikan proyek berjalan sesuai jadwal, transparan, dan benar-benar memberi manfaat nyata setelah selesai.
Jika revitalisasi ini berhasil, Pasar Raya Padang bukan hanya menjadi pusat perdagangan tradisional, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi kota yang lebih tertata, modern, dan manusiawi.
Enam bulan ke depan akan menjadi ujian kesabaran bagi semua pihak. Namun harapan besar tetap menyala: setelah debu pembangunan reda, Pasar Raya Padang bisa lahir kembali dengan wajah baru yang lebih layak dibanggakan masyarakat Sumatera Barat.