Editor: TEUKU HUSAINI | Sinyalgonews.com
Nama Soenarko bukanlah sosok asing dalam dunia militer Indonesia. Lahir di Medan, Sumatera Utara, 1 Desember 1953, ia meniti karier dari bawah sebagai prajurit hingga mencapai puncak kepemimpinan di satuan elite TNI.
Lulusan Akademi Militer tahun 1978 ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di Komando Pasukan Khusus. Dalam perjalanan kariernya, ia terlibat dalam berbagai operasi strategis yang membentuk karakter kepemimpinannya sebagai prajurit komando.
Puncak kariernya tercatat saat dipercaya menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus pada periode 2007–2008. Jabatan tersebut bukan hanya simbol prestise, tetapi juga bentuk kepercayaan negara terhadap kemampuan dan pengalaman tempur yang dimilikinya.
Jejak pengabdiannya kemudian berlanjut ke wilayah Aceh yang dikenal sebagai “Serambi Mekkah”. Di daerah yang memiliki dinamika konflik panjang itu, Soenarko dipercaya sebagai Panglima Kodam Iskandar Muda pada 2008–2009.
Penugasan di Aceh menjadi salah satu fase penting dalam kariernya. Ia berada di garis depan dalam menjaga stabilitas keamanan pasca konflik, sekaligus berupaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Setelah pensiun dari dinas militer pada 2011, Soenarko tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan. Sosoknya kerap menjadi rujukan dalam diskusi terkait pertahanan dan keutuhan NKRI.
Perjalanan Soenarko dari prajurit komando hingga menjadi panglima di wilayah strategis menunjukkan bahwa kepemimpinan lahir dari pengalaman panjang, disiplin, serta komitmen terhadap negara.