Padang, Sinyalgonews.com,--Kepala Dinas Pendidikan Prov Sumatera Barat, Drs, Barlius, MM menghadiri acara wisuda tahfiz 203 siswa SMAN 2 Padang di aula SMAN 2 kawasan GOR Agus Salim Padang, Selasa (4/2/2025).
Dalam sambutannya, Barlius mengatakan
dirinya merasa bangga dengan SMAN 2 Padang, karena salah satu sekolah berprestasi dan siswanya yang hebat_hebat, yang tentunya didukung oleh guru-guru hebat dan orangtua yang peduli pendidikan anak-anaknya.

Keberhasilan sekolah kata Barlius tentu diperoleh berkat pembinaan yang baik oleh guru, dorongan dari berbagai pihak sehingga acara Wisuda Tahfizh ke VII tahun 2025 ini dapat terlaksana, peserta 293 orang dengan meriah sekali, dan saya ucapkan terima kasih atas pembinaan anak -anak kita disekolah ini menjadi penghafal-penghafal Al-Quran.
“Maka hari ini dan kedepannya, saya yakin ananda siswa-siswa saat inilah yang akan muncul sebagai kader ulama, tokoh-tokoh masa depan bangsa, untuk itu dari sekarang bekalilah diri dengan ilmu, keterampilan dan akhlak mulia” ucap Barlius.
Selanjutnya selamat kepada ananda siswa wisuda tahfizh Qur’an, tingkatkan selalu hafalannya, dan amalkan dalam kehidupanmu, hormati orangtua dan guru.
Kadis menegaskan, dirinya menjadi Kadis bukanlah ada begitu saja, akan tetapi melalui pendidikan dan perjuangan yang gigih dengan ridho Allah SWT, makanya kepada anak-anak selalu saya ingatkan untuk belajar dan berusaha dengan optimal penuh semangat.
Selanjutnya saya berharap program Tahfizh terus dilanjutkan untuk kedepannya dan bisa menjadi wadah pembinaan karakter keagamaan siswa disekolah.
Kepala SMAN 2 Padang, Drs, menyampaikan, wisuda tahfidz ke-IX ini merupakan yang terbanyak wisudawan dan wisudawatinya.
Mereka masing-masing 126 orang wanita dan 77 orang putra
“Sekolah akan senantiasa memfasilitasi dan mengawal kegiatan religius. Kita yakin dengan kokohnya religius anak kita, insyaa Allah akan kuat juga karakter anak kita, dan akan mengalir prestasi-prestasi Qur’ani,” tuturnya.
Dirinya berharap supaya tetap menjaga hafalannya. Menurutnya, menjaga hafalan itu lebih sulit ketimbang menghafalnya. Ia mengajak untuk luruskan niat menjadi penghafal Al Qur’an dan ikhlaskan niat hanya karena Allah SWT.
“Menghafal Al Qur’an itu mudah bagi yang mau menghafalnya, namun yang berat adalah memelihara hafalannya. Saya berpesan kepada semua, jangan pernah merasa selesai. Lanjutkan dan tingkatkan terus hafalannya, karena menghafal Al Qur’an bukanlah titik akhir, tapi awal untuk menjadi sebaik-baiknya umat,” ucapnya.
Turut hadir, Kakankemenag Kota Padang, Edi Oktaviandi, Ketua Komite, Kepala Sekolah se Kota Padang serta orang tua murid SMAN 2 Padang.
(Marlim)