Padang, Sinyalgonews.com,— Penunjukan Taufiqurrahman sebagai ketua PSI Sumatera Barat oleh ketua umum PSI, Kaesang Pangarep, menyulut perdebatan panjang di tengah masyarakat Minang yang dikenal sebagai daerah religius dan menjunjung tinggi nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Sebagian warga menilai keputusan itu tidak selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal masyarakat Minang. Mereka menganggap bahwa sosok yang ditunjuk tidak mewakili semangat, budaya, serta nilai religius yang selama ini menjadi jati diri orang Minang.
Di sisi lain, pihak pendukung beranggapan penunjukan itu adalah hak pimpinan partai dan merupakan bagian dari strategi politik nasional untuk memperkuat struktur partai di seluruh wilayah Indonesia.
Meski demikian, gelombang penolakan dan perdebatan terus berkembang di berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat, ulama, hingga akademisi. Banyak yang menilai Kaesang perlu lebih bijak dalam memahami kearifan lokal Minangkabau sebelum mengambil keputusan strategis yang menyangkut identitas dan kepemimpinan di daerah.
Polemik ini diprediksi akan terus berlanjut apabila tidak ada langkah komunikasi terbuka antara pengurus pusat PSI dan masyarakat Sumatera Barat yang menjunjung tinggi adat dan nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat.
Teuku Husaini