Padang, Sinyalgonews.com,--Jalin pendekatan yang humanis dengan peserta aksi, Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino, SH, MH ikut shalat Ashar berjamaah bersama mahasiswa di depan kantor DPRD Sumbar. Peristiwa tersebut terjadi saat Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat, Selasa (29/4/2025).

Seperti diketahui, Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Sumbar pada Selasa (29/4/2025). Aksi tersebut berlangsung damai dan dikawal aparat keamanan.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menurut mereka belum menunjukkan kinerja optimal selama 150 hari masa jabatan.

Saat aksi berlangsung, suara azan berkumandang dari Mesjid yang berada fi dalam kantor DPRD. Sontak Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino meminta sekuriti kantor DPRD untuk membuka pintu pagar. Kemudian Kapolsek mengambil selang untuk mengalirkan air ke arah para peserta aksi. Satu persatu mahasiswa berwudhu dengan didampingi langsung oleh Kapolsek
Kemudian salah seorang mahasiswa maju ke depan untuk menjadi imam, dengan makmum peserta aksi dan Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino. Sontak peristiwa tersebut menjadi perhatian peserta aksi dan masyarakat yang menyaksikan aksi demo.
“Saya kagum sama bapak Kapolsek yang ikut shalat berjamaah bersama kami. Padahal banyak polisi di sini, akan tetapi hanya beliau yang mau membaur bersama kami” ujar salah seorang peserta aksi.
Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino ketika di konfirmasi mengatakan, tidak setiap aksi mahasiswa harus dilawan dengan kekerasan. “Para mahasiswa itu adik-adik kita, jadi tidak harus dihadapi dengan kekerasan. Justru dengan pendekatan yang humanis mereka itu akan membuat aksi mereka menjadi aksi yang damai dan tidak anarkis” ucap Kompol Afrino
Aksi berlangsung tertib hingga usai, dengan mahasiswa membubarkan diri secara damai usai menyampaikan tuntutan mereka.
(Marlim)