Sinyalgonews.com — Sosok inspiratif kembali lahir dari dunia pendidikan Indonesia. Kali ini datang dari Universitas Gadjah Mada, di mana seorang perempuan muda asal Bengkulu, dr. Istiqomah Katin, Sp.A., mencatatkan prestasi luar biasa sebagai lulusan dokter spesialis termuda.
Dalam prosesi wisuda Program Pascasarjana periode April 2026, Isti—sapaan akrabnya—resmi menyandang gelar dokter spesialis anak pada usia 28 tahun 6 bulan. Usia ini jauh di bawah rata-rata lulusan program spesialis yang berada di kisaran 34 tahun lebih.
Perjalanan akademiknya bukanlah sesuatu yang instan. Sejak usia muda, Isti telah menunjukkan konsistensi luar biasa dalam pendidikan. Ia mengikuti program akselerasi sejak bangku SMP dan SMA, hingga akhirnya menamatkan pendidikan dokter umum pada tahun 2019.
Tidak berhenti di situ, semangat pengabdiannya membawa Isti kembali ke dunia akademik setelah sempat bekerja sebagai dokter umum dan dosen di Bengkulu. Pada tahun 2022, ia melanjutkan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, mengambil bidang Ilmu Kesehatan Anak.
Ketertarikannya pada kesehatan anak bukan tanpa alasan. Selain panggilan hati, kebutuhan tenaga dokter spesialis anak di daerah asalnya menjadi motivasi kuat. Ia bahkan menempuh program double degree dengan fokus penelitian di bidang neonatologi, khususnya terkait kondisi hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir.
Meski menyandang predikat termuda, Isti mengaku tidak pernah menjadikan capaian tersebut sebagai target utama. Ia lebih memilih fokus pada proses dan konsistensi dalam menjalani setiap tahap pendidikan. Baginya, hasil adalah konsekuensi dari ketekunan.
Perjalanan panjang itu tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Adaptasi lingkungan baru di Yogyakarta, tekanan akademik, hingga tanggung jawab klinis menjadi ujian tersendiri. Namun dukungan keluarga, rekan sejawat, dan para pembimbing menjadi kunci keberhasilannya menuntaskan pendidikan.
Kisah Isti menjadi bukti bahwa keberhasilan bukan semata soal kecepatan, melainkan tentang keteguhan langkah dan niat yang lurus. Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak terobsesi menjadi yang tercepat, melainkan fokus menjalani proses dengan maksimal dan penuh integritas.
(EDITOR: TEUKU HUSAINI)