• Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • International
  • Peristiwa
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Agama
  • Kesehatan
  • Infrastruktur
  • Loker
Portal Berita Unggulan > Blog > Nasional > KPAI Nilai Fenomena Mobilisasi Anak Unjuk Rasa Bentuk Eksploitasi
NasionalNewsPendidikan

KPAI Nilai Fenomena Mobilisasi Anak Unjuk Rasa Bentuk Eksploitasi

editor
Last updated: 05/09/2025 14:40
editor
186 Views
Share
3 Min Read
SHARE

Jakarta, Sinyalgonews.com,–Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti maraknya praktik mobilisasi dan pengerahan anak dalam aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Jakarta dan beberapa daerah lainnya. KPAI menilai keterlibatan anak-anak dalam aksi anarkis dan tindak kriminal merupakan bentuk eksploitasi yang bertentangan dengan hak-hak anak.

Komisioner KPAI, Sylvana Maria Apituley, menjelaskan bahwa peraturan perundang-undangan sebenarnya menjamin kebebasan anak untuk menyampaikan pendapat, berkumpul, dan berserikat. Namun, perlindungan tersebut juga harus disesuaikan dengan aspek perkembangan usia, kesiapan mental, dan keselamatan anak.

“Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 menjamin hak anak untuk didengar, mendapatkan informasi sesuai usia, dan bebas dari eksploitasi politik. Tetapi faktanya, kami menemukan adanya mobilisasi anak untuk ikut unjuk rasa tanpa edukasi yang memadai. Ini bukan partisipasi, melainkan eksploitasi,” tegas Sylvana kepada wartawan, Rabu (3/9/2025).

KPAI mencatat adanya temuan aparat kepolisian yang mendapati anak-anak dipersenjatai petasan hingga bom molotov saat terjadi kerusuhan. Lebih memprihatinkan lagi, sebagian anak juga ikut melakukan penjarahan di sejumlah daerah.

“Sangat disayangkan, bukan hanya di Jakarta, tapi juga di beberapa wilayah lain seperti Surabaya, Kediri, Pekalongan, dan Tegal, anak-anak ikut melakukan penjarahan. Ini situasi darurat yang harus segera dihentikan,” imbuhnya.

Dalam menghadapi fenomena ini, KPAI meminta Polri untuk bersikap profesional, persuasif, dan humanis saat menangani anak-anak yang terlibat. Sylvana menekankan pentingnya kepatuhan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dalam setiap proses penanganan.

“Anak-anak yang diperiksa tidak boleh mengalami kekerasan, baik fisik maupun verbal. Proses pemeriksaan harus dilakukan maksimal 24 jam, dan tempatnya wajib dipisahkan dari tahanan orang dewasa,” tegasnya.

Lebih lanjut, KPAI juga mendorong kepolisian untuk segera mengusut provokator yang memobilisasi anak-anak dalam aksi kerusuhan. Selain penegakan hukum, Sylvana menilai langkah pencegahan sistemik juga harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kami berharap polisi bisa mengungkap siapa pihak yang memprovokasi dan memobilisasi anak-anak. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan, adil, dan tuntas,” katanya.

KPAI juga menekankan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai risiko keterlibatan dalam aksi berbahaya, seperti kerusuhan dan penjarahan.

Sebagai penutup, Sylvana mengapresiasi sejumlah orang tua yang secara sukarela mengembalikan barang hasil penjarahan yang dilakukan anak-anak mereka.

“Sikap orang tua yang mengembalikan barang dengan kesadaran bahwa itu bukan haknya adalah teladan berharga. Ini menjadi pembelajaran penting bagi anak-anak tentang nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab,” pungkasnya.

You Might Also Like

Viral! Kantor Lurah Kurao Pagang Sepi di Jam Kerja, Warga Mengantre Tanpa Pelayanan
Kapolri Pastikan Kabag Ops Polres Solok Selatan Di Pecat dan di Proses Pidana
Apel Kesiapsiagaan dan Pengarahan Danyonif 642/Kps
Kerjasama Tengah Berproses, Dispora Sumbar Bantah Anggapan Pihaknya Menghalangi
Pemerintah Desa Kalibeluk Laksanakan MusrenbangDes Tahun 2025
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Ketua umum IWI Pasaman Barat Bersilaturahmi Dengan Humas PT. Sago Nauli
Next Article Tidak Hargai Hari Besar Islam, Orion Club Tetap Beroperasional. Pemko Batam Diminta Tindak Tegas!
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Latest News

Babinsa 11/Warungasem Komsos Dengan KKN UNDIP Dan Kades Pejambon
News
09/07/2026
Pimpinan Redaksi Sinyalgonews.com dan Ketua Pengprov Pertina Sumbar Hadiri Peresmian Kantor Denpom 4/C Padang 
News
09/07/2026
Dan Pomdam XX/TIB Kolonel CPM Laksono Puji Lisdyanto Resmikan Kantor Denpom 4/C Padang
News
09/07/2026
09/07/2026
09/07/2026

You Might also Like

NasionalNewsPendidikan

Sertijab Kadis Pendidikan Sumbar: Habibul Fuadi Resmi Gantikan Barlius

25/08/2025
774 Views
HukumNasionalNews

Pemerhati Kepolisian Berikan Apresiasi Kepada Polda NTB atas Penanganan Kasus Pencabulan

14/12/2024
282 Views
DaerahNewsPeristiwaSumbar

Data Akurat Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan, Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

28/06/2026
94 Views
NasionalNewsPolitik

Jelang Lebaran Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Kembali Gelar Bazar Ramadhan

13/03/2025
275 Views

SinyalGoNews.com © 2024 All rights Reserved. made with ❤️ by Xweb.co.id

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?