Sinyalgonews.com,–Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanah Datar sejak Selasa sore hingga malam menyebabkan banjir di sejumlah kawasan, termasuk Kecamatan Lintau Buo Utara. Debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
Kondisi tersebut membuat aparat pemerintah daerah bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan pemantauan dan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diimbau segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko banjir susulan dan longsor.
Informasi yang beredar di media sosial memperlihatkan arus air cukup deras memasuki kawasan permukiman warga di beberapa titik di Kecamatan Lintau Buo Utara. Selain banjir, masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman tanah longsor karena curah hujan masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
Camat Lintau Buo bersama unsur pemerintah nagari dan petugas kebencanaan terus mengingatkan warga agar tetap siaga menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri bertahan di rumah apabila debit air terus meningkat.
Selain Lintau Buo Utara, bencana banjir dan longsor juga dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Tanah Datar. Hujan deras yang turun sejak sore menyebabkan akses jalan di beberapa lokasi terganggu akibat genangan air dan material longsor yang menutup badan jalan.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, aparat kecamatan, perangkat nagari, serta relawan kebencanaan diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat di lapangan. Petugas juga terus melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak banjir.
Sementara itu, warga di sekitar bantaran sungai diminta untuk tidak lengah meski kondisi air sempat mengalami penurunan di beberapa titik. Hujan yang masih turun berpotensi kembali meningkatkan debit air sungai dalam waktu singkat.
Di sejumlah lokasi, masyarakat terlihat mulai mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga maupun fasilitas umum yang dianggap lebih aman dari ancaman banjir.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, banjir dipicu meluapnya aliran sungai setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu selama beberapa jam. Kondisi geografis wilayah yang berada di daerah perbukitan membuat kawasan tersebut cukup rawan terhadap banjir bandang dan tanah longsor saat curah hujan tinggi.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati aliran sungai ketika hujan deras berlangsung. Selain arus yang deras, material kayu dan lumpur yang terbawa banjir dapat membahayakan keselamatan warga.
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan guna memastikan keselamatan masyarakat. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda longsor, retakan tanah, maupun peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.
Hingga Rabu malam, petugas gabungan masih bersiaga di sejumlah titik rawan banjir dan longsor di Kabupaten Tanah Datar. Masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com