• Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • International
  • Peristiwa
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Agama
  • Kesehatan
  • Infrastruktur
  • Loker
Portal Berita Unggulan > Blog > Daerah > Mafia Dana Pokir? Anak Nagari Segel Bangunan KAN Nanggalo, Konflik Semakin Memanas
DaerahNasionalNews

Mafia Dana Pokir? Anak Nagari Segel Bangunan KAN Nanggalo, Konflik Semakin Memanas

editor
Last updated: 18/09/2025 14:36
editor
797 Views
Share
5 Min Read
SHARE

Padang , Sinualhonews.com– Konflik panas di tubuh Nagari Nanggalo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, kembali meledak. Pada Rabu (17/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, sekelompok  warga yang menamakan diri Anak Nagari Nanggalo melakukan aksi penyegelan terhadap salah satu bangunan milik Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nanggalo).

Contents
Ketidakadilan Proses HukumBantahan Singkat Oesman AyubApi Konflik yang Tak Kunjung PadamBom Waktu di Tubuh NagariPenegasan Anak Nagari

Langkah ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Penyegelan dilakukan sebagai bentuk perlawanan terbuka terhadap dugaan praktik mafia yang melibatkan pengurus KAN bersama Badan Pembangunan Nagari (BPN).

Ketua Forum Anak Nagari Nanggalo (FANNA), Yuldi Efendi Koto, menuding bahwa penyegelan ini dipicu oleh informasi kuat mengenai penyalahgunaan dana pokir milik Oesman Ayub, Ketua BPN sekaligus Anggota DPRD Kota Padang.

“Kami dapat informasi terpercaya, dana pokir memang dipakai untuk membangun ruko milik nagari. Tapi masalahnya, setelah bangunan selesai, Oesman Ayub sendiri yang akan mengontraknya selama 10 tahun. Lebih parah lagi, ia akan menyewakannya kembali ke pihak lain dengan harga lebih tinggi. Ini jelas permainan busuk, menyalahgunakan jabatan, dan merampas hak nagari untuk keuntungan pribadi,” tegas Yuldi lantang di hadapan awak media.

Yuldi menyebut praktik seperti ini tidak hanya merugikan nagari secara ekonomi, tetapi juga mencoreng marwah adat dan mempermalukan masyarakat Nanggalo.

Ketidakadilan Proses Hukum

Yuldi menambahkan, keresahan masyarakat semakin memuncak karena adanya indikasi ketidakadilan dalam penanganan hukum. FANNA sebelumnya telah melaporkan pengurus KAN ke Polda Sumbar atas dugaan penggelapan aset nagari senilai ratusan juta rupiah. Namun, laporan itu sudah lebih dari empat bulan sampai detik ini belum ada tersangkanya , padahal barang bukti dan saksi sudah lengkap ujar Yuldi.

ini berbanding terbalik ketika anak nagari dilaporkan ke Polsek oleh pengurus KAN dengan dugaan pengrusakkan , pada hal yang dirusak cuma gembok pagar ketika demo di kantor KAN enam bulan yang lalu, saat ini sudah ada 2 orang tersangkanya dan sudah diserahkan ke kejaksaan

kami berharap , Aparat hukum bisa segera memproses laporan kami, umumkan tersangkanya, sehingga masyarakat Nanggalo tahu siapa saja mafia  yang selama ini memainkan aset KAN naggalo ucap Yuldi

Bantahan Singkat Oesman Ayub

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Oesman Ayub membantah keras tudingan itu. Ia mengakui bahwa pembangunan ruko memang menggunakan dana pokir miliknya, tetapi membantah rencana kontrak sepihak.

“Tidak benar saya yang akan mengontrak dan menyewakannya lagi. Memang dana pokir saya yang dipakai, tapi tuduhan itu fitnah. Sama sekali tidak benar,” jawabnya singkat.

Namun bantahan tersebut tidak meredakan kecurigaan masyarakat. Bagi Anak Nagari, pola serupa sudah terlalu sering terjadi: proyek menggunakan dana publik, tetapi hasilnya dikelola untuk kepentingan kelompok tertentu, bahkan individu.

Api Konflik yang Tak Kunjung Padam

Banyak pihak menilai, aksi penyegelan ini menambah panjang daftar konflik antara ninik mamak pengurus KANdengan Anak Nagari Nanggalo. Perselisihan yang seharusnya bisa diselesaikan lewat musyawarah adat, justru berubah menjadi pertarungan terbuka di depan publik.

Sejumlah tokoh adat dan masyarakat justru dituding tidak serius mencari solusi. Situasi ini memperlihatkan adanya krisis kepemimpinan adat di tubuh KAN, yang semakin kehilangan kepercayaan dari masyarakat nagari.

Publik kini bertanya-tanya:

  • Mengapa lembaga adat yang seharusnya jadi benteng marwah nagari justru dipenuhi intrik politik dan dugaan praktik mafia?

  • Mengapa aparat penegak hukum terlihat tebang pilih dalam menangani kasus ini?

  • Apakah ada “permainan gelap” yang membuat kasus dugaan penggelapan aset nagari seperti sengaja diperlambat?

Bom Waktu di Tubuh Nagari

Pengamat lokal menilai konflik ini sudah berada di titik bom waktu. Jika tidak ada langkah tegas dari aparat penegak hukum, konflik horizontal bisa semakin parah dan berujung pada perpecahan masyarakat nagari.

“Ini bukan sekadar soal gembok atau kontrak ruko. Ini soal marwah nagari, soal keadilan, soal masa depan lembaga adat. Kalau dibiarkan, masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan terhadap lembaga adat dan pemerintah,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Penegasan Anak Nagari

Di akhir aksinya, FANNA menegaskan sikap mereka: penyegelan akan tetap dilakukan hingga ada penjelasan resmi dan transparan dari ninik mamak KAN, serta langkah nyata dari aparat penegak hukum.

“Kami tidak akan diam. Kami akan terus lawan mafia di tubuh KAN Nanggalo ini. Kami bukan hanya menjaga aset, tapi menjaga harga diri nagari. Jangan coba-coba mempermainkan masyarakat!” tutup Yuldi dengan suara lantang, disambut sorakan ratusan Anak Nagari yang hadir.

Kini, semua mata tertuju pada Kapolda Sumbar, Kejaksaan Tinggi, dan Pemerintah Kota Padang. Apakah mereka berani membongkar dugaan mafia dana pokir di balik konflik KAN Nanggalo, atau justru membiarkan masyarakat kehilangan harapan terhadap hukum dan adat?
( Red )

You Might Also Like

Penangan Sementara Polongan Didepan Mesjid Raya Ujunggading Menyebabkan Banjir
Tim Jibom Satbrimobda Sumbar Amankan dan Disposalkan 262 Detonator Listrik di Pangkalan Koto Baru
Apresiasi 1 Jorong 1 Rumah Tahfiz di Solsel, Gubernur Mahyeldi Tekankan Pentingnya Menyiapkan Generasi Berilmu dan Beriman
Kadis Pendidikan Barlius Apresiasi Keberadaan Kelas Digital di SMAN 12 Padang
Kapolri Turun ke Posko Terpadu, Pastikan Kesiapan Personel Operasi Ketupat 2025
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Mutasi dan Rotasi Mulai Bergulir di Pemko Bukittinggi Wali Kota Ramlan Nurmatias Lantik 24 Pejabat Esselon
Next Article Polisi Bongkar 37 Kasus Narkoba, Sita 50 Kg Sabu dan 49 Kg Ganja di Sumbar
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Latest News

Dian Irawati, Mantan Pramugari yang Kini Menggerakkan Sponsorship BOM RUN 2026
Daerah News Olah Raga Sumbar
02/07/2026
Danramil 11 Warungasem Ucapkan HUT Bhayangkara Ke-80 Kepada Kapolsek Warungasem
News Peristiwa
02/07/2026
Utamakan Pelayanan, Klinik Lapas Bersama Ka.KPLP Tangani Pengunjung Yang Alami Gangguan Kesehatan
News
01/07/2026
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Sumbar Tegaskan Sinergitas dan Pelayanan Berorientasi Masyarakat
Daerah News Peristiwa Polri Sumbar
01/07/2026

You Might also Like

News

Launching Penyerahan Dana Program BMN TJSL Semen Padang Tahap 1 di Kelurahan Baringin Tahun 2024

19/09/2024
310 Views
PolitikAgamaDaerahNasionalNews

Kapolres Mentawai Hadiri Doa Bersama Lintas Agama

09/02/2024
463 Views
HukumDaerahNasionalNews

Polsek Subah Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di Pondok Pesantren Al-Huda

05/03/2024
366 Views
NewsNasional

Sub Satgas Dokkes Polres Pekalongan Berikan Dukungan Kesehatan Kepada Anggota Pengamanan Operasi Lilin Candi 2023

24/12/2023
345 Views

SinyalGoNews.com © 2024 All rights Reserved. made with ❤️ by Xweb.co.id

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?