JAKARTA, Sinyalgonews.com— Gelombang demonstrasi kembali menggema di depan Gedung DPR RI, Jumat (19/6/2026), ketika ratusan mahasiswa dari Universitas Trisakti bersama aliansi kampus lain menggelar aksi unjuk rasa membawa tajuk “Tritura” (Tiga Tuntutan Rakyat). Aksi ini menjadi simbol kuat bahwa suara mahasiswa tetap hidup sebagai pengawal demokrasi dan penyambung aspirasi rakyat.
Mahasiswa bergerak dari kawasan kampus menuju kompleks parlemen dengan konvoi panjang, membawa spanduk, poster, dan seruan lantang yang menuntut perubahan nyata dari pemerintah. Dalam aksinya, massa menyuarakan tiga tuntutan utama yang mereka nilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti.
Tuntutan pertama adalah pemulihan ekonomi dan politik nasional. Para mahasiswa menilai kondisi ekonomi rakyat semakin tertekan dengan naiknya harga kebutuhan pokok, bahan bakar, dan berbagai beban hidup lainnya. Mereka meminta pemerintah lebih berpihak kepada rakyat kecil dan menghentikan kebijakan yang dinilai membebani masyarakat.
Tuntutan kedua adalah pemberantasan inkompetensi pejabat negara. Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti lemahnya komunikasi publik dan sejumlah kebijakan yang dianggap tidak efektif. Mereka meminta evaluasi total terhadap pejabat yang gagal menjalankan amanah rakyat.
Sementara tuntutan ketiga adalah mengembalikan supremasi sipil. Isu ini menjadi sorotan tajam karena mahasiswa menilai adanya kecenderungan represivitas aparat dalam menghadapi masyarakat sipil. Mereka menegaskan bahwa demokrasi harus berdiri di atas kebebasan berpendapat dan perlindungan hak-hak rakyat.
Aksi tersebut sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto menuju Slipi mengalami kemacetan dan penutupan sementara. Aparat keamanan tampak berjaga ketat untuk memastikan jalannya demonstrasi tetap tertib dan kondusif.
Menariknya, perwakilan pimpinan DPR akhirnya turun langsung menemui mahasiswa untuk berdialog. Dalam pertemuan itu, sejumlah aspirasi diterima dan dijanjikan akan ditindaklanjuti, termasuk persoalan hukum yang menimpa beberapa mahasiswa dalam aksi sebelumnya.
Bagi bangsa ini, nama Trisakti bukan sekadar kampus biasa. Sejarah panjang reformasi 1998 menjadikan kampus ini simbol perjuangan mahasiswa melawan ketidakadilan. Kini, di tahun 2026, semangat itu kembali menyala.
Aksi “Tritura” ini seolah menjadi pengingat bahwa ketika suara rakyat mulai terabaikan, mahasiswa akan selalu hadir di garis depan untuk mengingatkan kekuasaan.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com