Padang, Sinyalgonews.com, – Upaya mediasi konflik antara Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nanggalo dan Anak Nagari yang difasilitasi oleh unsur pemerintah dan aparat keamanan berujung buntu. Pertemuan yang dijadwalkan hari ini jum’at 7/2/2025 dihadiri oleh Kapolsek Nanggalo, Danramil, Camat Nanggalo, serta Kepala KUA Kecamatan Nanggalo pada akhirnya tidak membuahkan hasil karena pihak Ninik Mamak tidak hadir.

Ketidakhadiran Ninik Mamak dalam forum mediasi ini memicu kekecewaan dari berbagai pihak, terutama dari Ketua Forum Anak Nagari Nanggalo (FANNA), Yuldi Effendi Koto. Ia menyayangkan sikap Ninik Mamak yang dinilai enggan berkolaborasi dalam menyelesaikan konflik yang sedang terjadi.
“Kami sangat kecewa karena Ninik Mamak seharusnya menjadi pihak yang mengayomi Anak Nagari, bukan justru menghindar ketika ada permasalahan yang harus diselesaikan,” ujar Yuldi.
Kapolsek Nanggalo, Iptu Ibnu Mas’ud, secara tegas menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Ninik Mamak yang tidak memenuhi undangan dalam upaya mediasi ini. Ia bahkan menyoroti tuduhan dari pihak Ninik Mamak yang menyebut aparat tidak bertindak ketika Kantor KAN dibuka paksa oleh Anak Nagari.
“Ini sangat mengecewakan. Kami sudah berupaya menjadi mediator, tapi Ninik Mamak justru tidak hadir dan malah menuduh anggota kami tidak bertindak tegas. Seharusnya, kita semua fokus pada soludu, bukan saling menyalahkan,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Danramil Nanggalo, Lettu Inf. Afrizal Chan Menurutnya, Ninik Mamak seharusnya menjadi panutan bagi Anak Nagari, bukan malah menunjukkan sikap yang tidak menghargai upaya penyelesaian konflik.
“Kami sangat menyayangkan sikap Ninik Mamak yang tidak menghargai undangan kami. Seharusnya mereka hadir dan menunjukkan kepemimpinan yang baik. Adanya Ninik Mamak itu karena adanya keponakan, jadi jangan sampai peran mereka justru dipertanyakan oleh Anak Nagari sendiri,” ungkapnya.
Camat Nanggalo, Amrizal Reganis, tetap berharap agar konflik ini bisa segera diselesaikan melalui musyawarah.
“Kami ingin permasalahan ini segera diselesaikan dengan duduk bersama. Jangan sampai berlarut-larut dan merusak persatuan di nagari,” katanya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Nanggalo, Welhendri. MA, juga turut menyayangkan insiden ini dan berharap agar semua pihak bisa menahan diri dan mencari solusi yang lebih baik.
Di sisi lain, unsur aparat dan pemerintahan meminta kepada Ketua FANNA agar segel kantor KAN segera dibuka kembali demi menjaga citra nagari. Menanggapi permintaan tersebut, Yuldi Effendi Koto menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan perundingan terlebih dahulu dengan seluruh Anak Nagari dan Ninik Mamak di luar kepengurusan KAN.
“Kami melakukan penyegelan ini bersama-sama, jadi keputusan untuk membukanya juga harus melalui kesepakatan bersama,” pungkasnya.
Dengan belum adanya titik temu dalam mediasi ini, konflik antara KAN dan Anak Nagari Nanggalo masih berpotensi berlanjut. Semua pihak kini menunggu langkah selanjutnya dari Ninik Mamak dalam merespons situasi yang semakin memanas.
( Mat )