Padang Panjang, Sinyalgonews.com, – Sebagai daerah perlintasan PadangPanjang yang menjadi daerah rawan kasus kriminal dan tampaknya jadi sasaran utama bagi pelaku jaringan peredaran Narkoba. Tidak tanggung-tanggung, dalam 3 bulan, Polres Padang Panjang berhasil mengungkap 8 kasus peredaran narkoba yang didominasi jenis Sabu.

Kapolres PadangPanjang AKBP Kartyana Wiyarso Wardoyo Putro didampingi Wakapolres Kompol Syofian Effendi dan Pj Walikota PadangPanjang Sonny Budaya Putra ketika menggelar Konfrensi Pers di Makopolres setempat, Kamis (7/3) menyebutkan.
Sebanyak 16 pelaku berhasil diamankan, termasuk dua orang yang masih dibawah umur dan tiga orang perempuan.
Dari 8 kasus peredaran Narkoba tersebut, Polres Padang Panjang berhasil menyita sebanyak 186 gram narkoba jenis Sabu dengan nilai sekitar Rp186 juta. Terakhir berupa penangkapan pengedar Narkoba dalam razia multi sasaran di kawasan Jembatan Kembar Silaing Bawah dengan jaringan yang berasal dari Kabupaten Agam.

“Peredarannya sudah mengkuatirkan, apalagi Padang Panjang termasuk daerah perlintasan yang sangat mudah diakses oleh pelaku penyalahgunaan narkoba. Terakhir, kami juga menemukan ada jaringan lintas provinsi,” sebut Kapolres.
Dikatakannya, untuk mengantisipasi peredaran Narkoba di Kota Padang Panjang dan wilayah hukum Polres Padang Panjang, termasuk Kecamatan X Koto, Kecamatan Batipuh dan Batipuh Selatan yang berada di Kabupaten Tanahdatar. Butuh kerjasama dengan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah..makanya kita langsung mengundang pj Walikota ujarnya
“Berhubung disini juga dihadiri langsung oleh Pj Walikota, kami juga ingin menyampaikan bagaimana kondisi Kamtibmas yang terjadi di Kota Padang Panjang. Sehingga, bisa menjadi acuan dalam menyusun program-program kemasyarakatan oleh pemerintah daerah,” sebut Kartyana.
Diapresiasi Pj Walikota
Sementara itu, Pj Walikota Padang Panjang Sonny Budaya Putra mengapresiasi langkah Polres Padang Panjang yang selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan, termasuk juga dalam pencegahan dan pengendalian Kamtibmas.
“Kita menyadari, dari data yang diberikan pak Kapolres, kasus peredaran Narkoba ini didominasi di dua kecamatan yang berada di Kota Padang Panjang jika dibandingkan dengan 3 kecamatan lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Tanah datar. Tentunya, ini akan menjadi evaluasi bagi kita semua, terutama dalam menjaga generasi muda dari pengaruh peredaran narkoba,” sebut Sonny.
Kedepan, lanjut Sonny, pihaknya akan lebih menggiatkan lagi kegiatan-kegiatan sosialisasi dampak buruk pengaruh narkoba bagi generasi muda. Termasuk juga aspek hukum yang harus dijalani, jika kedapatan menggunakan atau mengedarkannya.
“Kami sangat berterimakasih sekali kepada Pak Kapolres dan jajaran yang tidak kenal lelah menjaga dan mengamankan masyarakat Kota Padang Panjang dari tindakan-tindakan kriminal. Kami juga siap men support kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Polres Padang Panjang,” ungkap Sonny.
Tak hanya itu lanjut Sonny , Pemko juga berkoordinasi dan berkolaborasi dengan unsur Forkopimda Kota Padang Panjang , terutama unsur TNI-Polri, dalam melakukan patroli rutin untuk mendukung keamanan dan menjaga masyarakat.
Dukungan terhadap tindakan tegas dicetuskan Sonny dalam konsprensi pers itu pada kapolres dan jajaranya. (paulhendri)