Jakarta, Sinyalgonews.com,— Presiden Prabowo Subianto secara resmi memerintahkan pengerahan seluruh kekuatan nasional untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Instruksi ini disampaikan setelah pemerintah menerima laporan lengkap mengenai skala kerusakan, korban jiwa, serta terputusnya akses vital di sejumlah wilayah terdampak.
Melalui arahan yang disampaikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Prabowo meminta seluruh aparat negara—termasuk TNI, Polri, Basarnas, BNPB, Kementerian Sosial, hingga pemerintah daerah—mengutamakan evakuasi korban, distribusi bantuan, serta pemulihan akses yang terputus. Presiden menekankan bahwa penanganan harus dilakukan cepat, terukur, dan menyentuh seluruh titik yang masih terisolasi.
Pemerintah telah mengerahkan pesawat angkut besar, termasuk C-130 Hercules dan A400, untuk membawa logistik dan perlengkapan darurat ke area yang sulit dijangkau. Pengiriman dilakukan dari berbagai pangkalan udara sejalan dengan langkah percepatan distribusi. Selain jalur udara, pemerintah juga menyalurkan 27 ton logistik melalui jalur laut untuk wilayah Aceh serta mendirikan posko terpadu di tiga provinsi terdampak.
Data terakhir dari pemerintah menyebutkan bahwa korban tewas di Sumut mencapai 217 orang, Aceh 96 orang, dan Sumbar 129 orang. Sementara itu, ratusan warga lain masih dilaporkan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan. Ribuan rumah terendam dan puluhan jembatan rusak berat, membuat akses ke beberapa kecamatan terputus total. Kondisi ini membuat proses evakuasi dan penyaluran bantuan memerlukan dukungan penuh dari seluruh elemen nasional.
Di Sumatera Barat, sejumlah titik terdampak berada di wilayah perbukitan yang mengalami longsor susulan. Pemerintah daerah bersama TNI dan Basarnas terus menembus jalur darurat untuk membuka akses menuju daerah yang hingga kini terisolir. Banyak warga masih bertahan di lereng bukit dan tepi sungai, menunggu penyelamatan.
Sementara itu, di Sumut dan Aceh, pemerintah memusatkan perhatian pada pembersihan jalur provinsi, penyediaan hunian sementara, serta layanan kesehatan darurat. Rumah-rumah ibadah dan gedung sekolah dijadikan tempat penampungan untuk ribuan pengungsi. Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, tenda, dan obat-obatan telah tiba dan terus didistribusikan.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengirim bantuan selama diperlukan, termasuk mengerahkan tambahan pasukan untuk mempercepat pencarian korban hilang dan memulihkan jaringan listrik serta telekomunikasi. Presiden juga meminta agar proses asesmen kerusakan segera selesai sehingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dimulai lebih cepat.
Di tengah situasi ini, beberapa anggota DPR mendorong pemerintah menetapkan bencana tersebut sebagai bencana nasional, mengingat skala dampak yang meluas serta jumlah korban yang besar. Meskipun belum memberikan keputusan final, pemerintah memastikan seluruh mekanisme penanganan dilakukan dengan standar tertinggi seperti halnya penanganan bencana berskala nasional.
Warga di sejumlah titik terdampak berharap agar bantuan terus mengalir, terutama untuk membuka jalur yang masih terputus serta mempercepat penyaluran air bersih. Banyak keluarga yang belum dapat kembali ke rumah karena bahaya longsor susulan masih tinggi. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama sebelum mengizinkan warga kembali ke lokasi bencana.
Dengan pengerahan seluruh kekuatan nasional, pemerintah optimistis penanganan darurat ini dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh. Koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk memastikan tidak ada wilayah yang luput dari perhatian negara.
Editor TEUKU HUSAINI – Sinyalgonews.com