Padang, Sinyalgonews.com,— Hasil survei terbaru menunjukkan sebagian besar pengurus Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih masih menghadapi kebingungan dalam menentukan arah dan jenis usaha yang akan dikembangkan. Kondisi ini mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi koperasi desa dalam menerjemahkan semangat pemberdayaan ekonomi rakyat ke dalam langkah bisnis yang terukur dan berkelanjutan.
Survei yang dilakukan terhadap pengurus Kopdes di sejumlah nagari dan desa tersebut mengungkapkan bahwa keterbatasan pemahaman manajerial, minimnya kajian potensi lokal, serta belum solidnya peta jalan usaha menjadi faktor utama kebingungan. Banyak pengurus mengaku masih ragu memilih sektor usaha prioritas, apakah bergerak di bidang perdagangan, pertanian, jasa, atau pengolahan hasil lokal.
Selain itu, sebagian pengurus menilai pendampingan teknis dari pihak terkait masih belum merata. Sosialisasi awal pembentukan Kopdes Merah Putih dinilai cukup baik dalam menumbuhkan semangat kebersamaan, namun belum diikuti dengan bimbingan intensif terkait studi kelayakan usaha, pengelolaan keuangan, serta strategi pemasaran. Akibatnya, koperasi berpotensi berjalan tanpa arah yang jelas dan rawan stagnasi.
Kondisi tersebut diperparah oleh perbedaan pandangan di internal pengurus. Ada yang mendorong koperasi segera menjalankan usaha apa pun agar roda organisasi bergerak, sementara yang lain memilih menunggu kajian matang agar tidak salah langkah. Perbedaan ini, jika tidak dikelola secara bijak, dikhawatirkan memicu konflik internal dan melemahkan kepercayaan anggota.
Sejumlah pengamat koperasi menilai kebingungan ini wajar pada fase awal pembentukan. Namun, mereka menekankan pentingnya peran pemerintah daerah, dinas terkait, serta lembaga pendamping untuk hadir memberikan arahan yang jelas. Pendekatan berbasis potensi lokal dinilai menjadi kunci, sehingga usaha koperasi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat desa dan memiliki daya saing.
Pengurus Kopdes Merah Putih juga didorong untuk aktif melakukan musyawarah anggota, menggali aspirasi, serta belajar dari koperasi yang telah berhasil. Transparansi dan partisipasi anggota diyakini dapat mempercepat proses penentuan arah usaha sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap koperasi.
Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, pendampingan berkelanjutan, serta komitmen pengurus dan anggota, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu keluar dari kebingungan awal dan tumbuh menjadi pilar ekonomi desa. Koperasi tidak hanya dituntut hadir sebagai simbol, tetapi sebagai instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan dan berkelanjutan.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com