Tanah Datar, Sinyalgonews.com,— Minggu (23/11) Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menjadi tuan rumah bagi sebuah acara besar, Ekraf Fest dan launching Creative Hub yang dihadiri oleh Mentri ekonomi kreatif RI bapak Teuku Riefky Harsya., B.Sc., M.T. Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri, para Direktur Kemenparekraf, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, bapak bupati Eka Putra S.E dan bapak Wabup Ahmad Fadly, didampingi oleh Ketua DPRD bapak Anton Yondra, Wakil ketua DPRD bapak Nurhamdi Zahari, Kamrita serta beberapa anggota DPRD, Forkopimda Tanah Datar, Sekda Abdurrahman Hadi, Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, Ketua GOW Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD dan para tamu-tamu undangan lainnya.
Lapangan Cindua Mato berubah menjadi ruang kreatif terbuka. Ribuan mata tertuju pada panggung utama ketika Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, meresmikan Creative Hub pertama di Kabupaten Tanah Datar.
Acara ini bukan hanya sekadar festival. Tanah Datar Ekraf Fest, menjadi momentum penting yang menandai langkah daerah ini masuk dalam peta Ekonomi Kreatif Nasional.
Panggung Ekspresi Pelaku Ekraf
Festival berlangsung meriah dengan agenda sepanjang hari: talkshow perfilman, pemutaran film, pameran fotografi, workshop kuliner bersama chef, hingga penampilan band lokal dan parade busana kreatif. Di sepanjang area lapangan, tenda-tenda pameran berdiri berjejer. Masing-masing memamerkan karya, ide, dan eksperimen industri kreatif yang mulai tumbuh di Tanah Datar.
Di salah satu sudut, terdapat sebuah stan yang menarik perhatian: Smansayang TV Community. Pameran bertema film ini menampilkan karya dokumenter bertajuk “Yang Telah Lama Hilang”, film tentang situs budaya yang sempat memenangkan juara pertama di festival film MAHEFF. Karya para pelajar ini dikunjungi langsung oleh Menteri Ekraf RI, Bupati, dan Wakil Bupati, Ketua DPRD dan mendapatkan banyak antusiasme pengunjung.
Ekraf sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
Tiga orang siswa perwakilan Smansayang TV juga mendapat undangan menghadiri seminar Ekraf di Gedung Promosi Tanah Datar. Para peserta mendapatkan pemahaman bahwa ekonomi kreatif bukan lagi sektor pelengkap, melainkan “New Engine of Growth”. Industri kreatif kini menyumbang peningkatan PDB nasional, menciptakan lapangan kerja, membuka peluang ekspor hingga menjadi ruang ekspresi bagi jutaan anak muda Indonesia.
Menteri Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa Sumatera Barat masuk dalam 15 provinsi prioritas nasional pengembangan ekraf lima tahun ke depan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. la turut menambahkan
bahwa kehadirannya bersama jajaran
Kementerian Ekraf di Tanah Datar juga sebagai salah satu bentuk kolaborasi dan dukungan terhadap program Pemerintah Daerah Tanah Datar kreatif yang akan menjadi salah satu penguat pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Indonesia dan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraanmasyarakat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Kehadirannya di Tanah Datar bukan hanya seremonial, melainkan bentuk dukungan terhadap gerakan ekonomi kreatif daerah.
Dalam wawancara singkat bersama tim dari Smansayang TV Community, Menteri menyampaikan kesan tentang acara ini:
> “Acara hari ini luar biasa. Ada semangat dan spirit dari generasi muda Tanah Datar, di dampingi kepala pemerintah daerah yang sangat mendukung. Karena Ekonomi kreatif itu sendiri adalah sebagai mesin baru untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Sekarang bagaimana hobi dan passion anak-anak muda bisa dikomersialisasi, karena di era digital semuanya sangat memungkinkan.”
Creative Hub: Bukan Sekadar Gedung
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyebut peresmian Creative Hub sebagai salah satu tonggak penting bagi masa depan ekonomi daerah.
“Creative Hub ini bukan hanya ruang fisik,” ujarnya. “Ini wadah gagasan, ruang kolaborasi, tempat ide tumbuh menjadi karya, dan karya menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.”
Tanah Datar Ekraf Festival bukan hanya agenda tahunan, tetapi penanda arah baru. Dari Lapangan Cindua Mato, ide-ide kreatif mulai bergerak. Para penggiat ekraf muda, musisi, pembuat konten, desainer, chef, hingga komunitas kini memiliki ruang baru untuk bertemu, berkarya, dan menumbuhkan ekonomi berbasis kreativitas. Diharapkan masa depan ekonomi Tanah Datar tidak hanya digerakkan oleh hasil pertanian tetapi juga oleh ide, imajinasi, dan kreativitas dari anak muda Tanah Datar.
EDITOR: KHALISA SALVIA MAORIN