Editor: TEUKU HUSAINI
JAKARTA, Sinyalgonews.com,–Dunia hiburan Tanah Air kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Komedian senior Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal dengan nama Temon meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026, di usia 59 tahun. Kabar duka tersebut mengejutkan para sahabat, rekan artis, dan jutaan penggemarnya di seluruh Indonesia. Berdasarkan keterangan pihak manajemen, Temon meninggal akibat serangan jantung dan memiliki riwayat hipertensi.
Kepergian Temon meninggalkan luka mendalam bagi dunia komedi Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai komedian yang sederhana, rendah hati, dan mampu menghadirkan tawa tanpa harus menyinggung pihak lain. Gaya humornya yang khas membuat namanya bertahan selama puluhan tahun di industri hiburan.
Kabar wafatnya Temon pertama kali menyebar melalui unggahan sahabat sekaligus partner komedinya, Abdel Achrian. Dalam unggahannya, Abdel menyampaikan ucapan duka yang menyentuh hati seraya mendoakan sahabatnya agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Unggahan tersebut langsung dibanjiri ribuan ucapan belasungkawa dari kalangan artis, komedian, tokoh publik, hingga masyarakat umum.
Menurut pihak manajemen, Temon mengembuskan napas terakhir pada Minggu pagi. Jenazah disemayamkan di rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, sebelum direncanakan dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Senin, 13 Juli 2026.
Temon merupakan salah satu komedian yang memiliki perjalanan karier panjang. Sebelum dikenal luas sebagai pelawak dan aktor, ia mengawali karier sebagai penyiar radio. Kemampuan berbicara yang komunikatif dan selera humor yang alami membawanya masuk ke dunia televisi.
Namanya semakin melambung ketika berduet bersama Abdel Achrian dalam berbagai program komedi, termasuk sitkom yang sangat populer pada masanya. Kekompakan mereka menghadirkan hiburan ringan yang mengundang tawa keluarga Indonesia dan menjadi salah satu pasangan komedian yang dikenang hingga kini.
Di luar dunia hiburan, Temon dikenal sebagai sosok ayah yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya. Dalam beberapa kesempatan, ia pernah mengungkapkan memiliki sembilan orang anak dari beberapa pernikahan. Meski kehidupan pribadinya jarang disorot, keluarga mengenangnya sebagai pribadi yang hangat dan penuh perhatian.
Kepergian Temon juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. Serangan jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian yang banyak terjadi di Indonesia. Riwayat hipertensi yang dialami Temon menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kesehatan secara berkala, pola makan sehat, olahraga, dan pengendalian tekanan darah merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan. Banyak rekan artis mengenang Temon sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, serta selalu membawa suasana ceria di lokasi syuting. Bagi mereka, Temon bukan hanya seorang komedian, tetapi juga sahabat yang selalu memberikan semangat kepada orang-orang di sekitarnya.
Indonesia kehilangan satu lagi seniman yang telah memberikan warna dalam perjalanan dunia hiburan nasional. Meski telah berpulang, karya-karya dan kenangan yang ditinggalkan Temon akan terus hidup di hati keluarga, sahabat, dan para penggemarnya.
Selamat jalan, Temon. Terima kasih atas tawa, canda, dan kebahagiaan yang telah Anda hadirkan bagi masyarakat Indonesia selama puluhan tahun. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi duka yang mendalam.