PADANG, Sinyalgonews.com – Jagat pemberitaan Sumatera Barat digegerkan oleh laporan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan fantastis yang menyeret seorang abdi negara. Seorang oknum anggota kepolisian berinisial ND, yang diketahui berdinas di salah satu Kepolisian Sektor (Polsek) di Kota Padang, resmi dilaporkan oleh mantan kekasihnya, Mawar (nama samaran), atas kerugian materil mencapai hampir Rp800 juta. Mawar, seorang pengusaha sukses di bidang biro perjalanan Haji dan Umroh, melayangkan laporannya ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumbar serta Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang, dengan nomor laporan polisi STTP/312/VI/2026. Kasus ini menjadi sorotan tajam karena tidak hanya mengungkap kerugian finansial yang besar, tetapi juga membongkar sisi gelap hubungan asmara terlarang yang terjalin antara seorang penegak hukum dan seorang tokoh agama.

Kisah kelam ini bermula dari situasi sulit yang dialami Mawar pada masa pandemi COVID-19. Biro perjalanan Haji dan Umroh miliknya mengalami kendala operasional yang serius, mengakibatkan sejumlah jemaah gagal berangkat dan berujung pada masalah hukum. Di tengah kepanikan dan kebingungan menghadapi proses pemeriksaan di kantor polisi,Mawar bertemu dengan ND. Pertemuan profesional dalam konteks penyidikan itu ternyata menjadi pintu masuk bagi ND untuk mendekati Mawar secara personal.
Kurang lebih satu tahun setelah kasus hukum yang menimpa perusahaan Mawar selesai, komunikasi antara keduanya kembali terjalin secara tidak sengaja melalui media sosial. Saat itu, baik Mawar maupun ND kebetulan sedang berada di Jakarta. Saling sapa di dunia maya pun berlanjut pada pertemuan tatap muka. Mawar, yang mungkin merasa berutang budi atau terpesona dengan sosok ND, perlahan mulai membuka hati. Hubungan mereka semakin akrab dan intim, hingga akhirnya terjalin asmara terlarang.
Meskipun ND berstatus sebagai suami orang dan memiliki keluarga, Mawar tampaknya dibutakan oleh cinta dan janji-janji manis ND. Ia bersedia menjalani hubungan tersebut dengan harapan ND akan memenuhi janjinya untuk “menghalalkan” hubungan mereka secepatnya dalm tahun ini. Kepercayaan Mawar kepada ND begitu besar, bahkan ia tidak ragu untuk menyerahkan pengelolaan keuangan pribadinya, termasuk akses ke dana-dana usahanya, kepada sang kekasih.
Namun, harapan Mawar perlahan sirna seiring berjalannya waktu. Janji pelaminan tidak kunjung ditepati, sementara dana di rekeningnya terus terkuras untuk keperluan ND. Mawar mulai mendesak ND untuk segera meresmikan hubungan mereka. Namun, ND selalu mengulur-ulur waktu dengan berbagai alasan. Puncaknya, ND secara mengejutkan menyatakan mundur dan tidak sanggup lagi melanjutkan hubungan tersebut. Alasan yang dikemukakan ND justru membuat Mawar sangat terluka: ia takut kariernya di kepolisian hancur jika hubungan gelap mereka terungkap.
Pernyataan mundur dari ND memicu pertengkaran hebat di antara keduanya. Mawar merasa telah dikhianati secara mendalam, baik secara moril maupun materil. Dana ratusan juta yang telah diserahkannya kepada ND tampaknya hilang begitu saja tanpa kejelasan. Merasa dirugikan secara fisik, emosional, dan finansial, Mawar memutuskan untuk tidak tinggal diam.
“Saya tidak terima dipermainkan seperti ini! Harga diri saya diinjak-injak, dan uang saya habis dikuras olehnya. Total kerugian saya mencapai hampir 800 juta rupiah. Saya menempuh jalur hukum agar dia mendapatkan efek jera, dan agar tidak ada lagi perempuan lain yang menjadi korban modus penipuannya,” ujar Mawar dengan nada tegas saat diwawancarai awak media. Laporan resmi yang dilayangkannya ke Polda Sumbar dan Polresta Padang menjadi bukti keseriusannya untuk menuntut keadilan.
Ketika awak media berupaya mengonfirmasi laporan Mawar, ND tampak sangat kecewa dan tidak menyangka bahwa mantan kekasihnya akan senekat itu. Sambil menghela napas panjang, ND mengakui adanya hubungan asmara yang pernah terjalin. Ia menyesalkan langkah hukum yang diambil Mawar dan mengkhawatirkan dampak kasus ini terhadap nama baik mereka berdua.
“Saya benar-benar menyayangkan laporan ini. Kita harus menjaga nama baik masing-masing. Terlebih lagi, dia (Mawar) adalah seorang ustadzah lulusan Mesir yang sangat dihormati. Jika kasus ini berkembang dan menjadi konsumsi publik,ini akan sangat merugikan bagi kita berdua, baik secara personal maupun profesional,” ujar ND, menyiratkan adanya keraguan akan transparansi hubungan tersebut dari sisi Mawar sebagai tokoh agama. ND pun menyatakan akan berupaya untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan demi menjaga kehormatan dan menghindari skandal yang lebih besar.
Kasus dugaan penipuan yang melibatkan oknum polisi dan pengusaha travel umroh yang juga seorang tokoh agama ini kini menjadi perhatian publik di Kota Padang. Masyarakat menuntut adanya transparansi dan keadilan dari pihak kepolisian dalam menangani laporan ini. Apakah janji-janji manis sang penegak hukum benar-benar merupakan modus penipuan berencana? Atau adakah dinamika lain dalam hubungan ini yang belum terungkap? Proses penyidikan di Propam Polda Sumbar dan Polresta Padang akan menjadi penentu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.
( Red )