Sawahlunto, Sinyalgonews.com,— Dua tahun jelang pemilu Rico Alviano (RA) mulai mempersiapkan tim dengan merekrut sejumlah orang terbaik dari Sawahlunto dari berbagai macam profesi atau keahlian. Mereka diajak bergabung menjadi timses Rico Alviano Senayan (DPR RI) di Pemilu 2024 tentunya dengan tawaran gaji sedikit diatas UMK
Sempat terjadi gejolak internal struktur Tim “Sahabat Rico Alviano” (SRA) akhirnya terbentuk. Paling mencolok adalah Yadi, pemuda asal Muaro Kalaban Sawahlunto, mantan aktifis dan Ketua Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gema Saba) Kota Sawahlunto
Yadi selain memahami protokoler di pemerintah daerah ia juga memahami sistem informasi untuk input data pemilih. Dengan masuknya Yadi menambah rasa percaya diri Rico Alviano maju DPR. Yadi dalam waktu singkat menjadi “anak emas” sering diajak mendampingi kegiatan Kunjungan Kerja RA dinas ke luar kota.
Selain Yadi, Rico Alviano juga berhasil membujuk kameramen handal kota arang bernama Bara untuk resign sebagai tenaga honorer Dinas pemuda dan olahraga Kota Sawahlunto. Bara menerima tawaran gaji Rico Alviano dari Rp 1,5 juta sebagai honorer menjadi Rp 3 juta/bulan.
Rico Alviano juga berhasil membujuk memberi iming iming posisi Tenaga Ahli (TA) jika dia berhasil menang atau lolos ke DPR untuk meyakinkan wartawan lokal Hendra Idris bersedia membantunya menjadi tim propaganda pemenangan dirinya sebagai Caleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) partai yang kurang familiar ditengah masyarakat Sumbar dan belum mendapat kursi DPR RI.
Sebagai jurnalis Hendra Idris dikenal memiliki pergaulan dan jaringan luas di Sumatera Barat karena berpengalaman di bisnis jaringan atau network serta memahami peta politik daerah dan Nasional karena berprofesi sebagai jurnalis sejak masih lajang di Sumatera Barat
Pada akhir Desember tahun 2022 Tim SRA bentukan RA mulai bergerak melakukan konsolidasi politik turun langsung ke tengah masyarakat. Rico mendirikan posko tim kampanye yang bertempat di komplek perumahan daerah pasar Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Padang.
Dari rumah kontrakan sederhana itulah semua strategi dan kegiatan kampanye RA digerakkan. Begitu pula dengan kegiatan Rico sebagai Anggota DPRD Sumbar. Yadi dipercaya menjadi penghubung antara Rico Alviano dengan Dinas dinas di Pemprov Sumbar khususnya yang berkaitan dengan dana aspirasi atau pelaksanaan pokir
Yadi dan Bara serta beberapa tenaga admin lainnya ditugaskan menempati posko tersebut. Sedangkan Hendra Idris dan Yenspil Hendri (Buk Yen) ditugaskan turun ke tengah masyarakat membetuk simpul dan sosialisasi RA sebagai calon legislatif pusat. Sebagai ujung tombak tim banyak suka duka dan rintangan kami hadapi di lapangan. Setiap hari berjumpa dengan orang orang baru dengan berbagai macam profesi. Semua dijalankan dengan iklash.
Beberapa bulan menjelang pemilu Yadi dan Bara tidak lagi tampak menempati posko. Entah apa sebabnya dua sahabat itu tidak lagi muncul justru di saat masa masa kampanye. Menurut informasi beredar, Bara di pulangkan kembali ke Sawahlunto sedangkan Yadi kabarnya di pecat karena diduga ikut bermain dengan proyek proyek pokir RA. Benarkah?
” Saya sangat heran dan bertanya tanya ke petugas admin di posko, kenapa Yadi dan Bara tiba tiba hilang begitu saja, padahal pemilu sudah dekat,” ungkap Hendra Idris
Ketika ditanya Rico Alviano maupun istrinya Desni Seswinari tidak mau memberi komentar terkait pemberhentian keduanya. Apakah mungkin seorang Yadi ikut bermain mata dengan rekanan terkait fee proyek pokir dari dana aspirasi Rico Alviano,? Entahlah.
Meski tak pernah lagi bersua sejak jelang pemilu. Hubungan Yadi dan jurnalis Hendra Idris masih sangat baik. Dalam sebuah kesempatan, Hendra Idris bertanya bagaimana pendapat Yadi terkait kasus dugaan korupsi ke labuan bajo yang tengah berproses di Kejati Sumbar.
Jawaban Yadi sungguh mengejutkan. Ia mengaku memiliki lebih banyak bukti dugaan korupsi terkait dengan proyek proyek pemerintah daerah yang berasal dari Pokir Rico Alviano sewaktu masih menjabat sebagai Anggota DPRD Sumbar. Bahkan, Yadi mengatakan ia memiliki data proyek fiktif
” Abang ada BB nya? Yadi punya lebih banyak BG, tapi Yadi takut. Ab termasuk berani. Salut. Bukti – bukti pun sampai Yadi simpan hari ini bg. Yadi simpan dan dikeluarkan apabila sudah terlalu terancam yadi bg,” ujarnya
Yadi menegaskan sejauh ini dirinya aman aman saja. Bahkan ia mengatakan memiliki bukti terbaru keterlibatan Rico Alviano sebagai anggota DPR RI di Komisi 12 terkait penempatan pejabat di Pertamina. Sambil berseloroh, dalam percakapan itu Yadi mengatakan jika ada yang berani menawar dengan harga Rp 1 Milyar maka data dalam flashdisk segera ia kirim dan setelah itu kabur ke luar negeri.
“Cuma sekarang alhamdulillah aman² aja yadi kan BG. Bahkan yg terbaru pas bg rico di DPR RI yadi punya, terkait penempatan pejabat di Pertamina. Cuma Yadi gak mau macam lah bang. Selagi masih aman yadi bg. Kecuali ada yang nawar 1 M. Flashdisk langsung dikirim. kabur ke luar negeri lagi,” ujar Yadi sambil melemparkan emotion tertawa lebar
Yadi menurut sebuah sumber mengatakan kembali bekerja bersama Rico Alviano di Jakarta. Menurut sumber tadi, Yadi mengatakan kepada Rico Alviano bahwa kehidupannya saat ini sedang susah dan sangat butuh pekerjaan.
Yadi menurut sumber tersebut menambahkan sempat mengancam akan membongkar data dugaan korupsi ia miliki jika Rico Alviano tidak menerimanya kembali bekerja.
” Mungkin dia (Yadi) orang satu satunya yang berani mengancam Rico,” ujar sumber tadi kepada Jurnalis Hendra Idris
Yadi diterima kembali bekerja tapi tidak menjadi Staff DPR RI melainkan ditugaskan Rico membantu anaknya untuk merintis usaha seperti penjualan iPhone dan gas. Namun setelah tiga bulan bekerja, menurut sumber tadi Yadi tidak mendapatkan gaji dari Rico sehingga ia nekat membawa kabur motor laptop dan iPhone milik putra Rico Alviano.
Atas kejadian tersebut Rico Alviano dan istri Desni Seswinari mendatangi rumah orang tua Yadi di Muaro Kalaban. Kepada orang tua Yadi, Rico meminta agar Yadi memulangkan kembali barang barang milik putranya. Rico menurut sumber tadi sempat mengancam akan melaporkan kasus penggelapan tersebut ke pihak kepolisian.
Namun respon kedua orang tua Yadi justru membela Yadi dan tidak mempersoalkan jika Rico Alviano melaporkan kejadian itu ke polisi.
” Hehe, yadi diam aja bg, terserah berita apa bg, asal jangan main asal lapor aja, yadi ngk mau cari lawan bg, yadi mau baik² aja dunia yadi,” jelas Yadi.
Ketika ditanya, Yadi tidak memberi tahu dimana keberadaannya. Ia kemudian memblokir nomor WhatsApp Hendra Idris karena tidak ingin berkomunikasi dan terlibat lebih jauh.
Sementara Anggota DPR RI Fraksi PKB Rico Alviano ketika diminta konfirmasi terkait pernyataan mantan staffnya Yadi belum merespon pertanyaan wartawan sampai berita ini di turunkan