Padang Pariaman, Sinyalgonews.com,- Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk berkontribusi untuk negeri. Untuk mewujudkan hal tersebut, Fakultas Ekonomi Universitas Dharma Andalas mengadakan pengabdian masyarakat di dua SMA sekaligus masing-masing SMAN 1 Sungai Limau Kab Padang Pariaman dan SMAN Tanjung Mutiara Kab Agam dengan tema “Kewirausahaan untuk Generasi Muda”
Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Dharma Andalas ini dipimpin oleh Julianto sebagai Ketua, dengan anggota masing-masing Yusnaena, Yofina Mulyati, Igra Sovita, Trisukma, Vovi Novela dan Mifia Roza Hardani.
Menurut Dedi Julianto, erwirausaha memang tidak mudah sehingga calon wirausaha harus siap menjalani berbagai tantangan. Tidak sedikit orang yang berhenti menjadi wirausaha dan lebih menyukai untuk melamar pada perusahaan untuk bekerja menjadi karyawan dengan gaji yang aman dan rutin setiap bulan.
Berbagai tantangan harus siap dihadapi oleh calon wirausaha misalnya penghasilan yang tidak tetap, fluktuasi kenaikan harga-harga kebutuhan hidup serta yang paling penting adalah komitmen diri. Salah satu penyebab banyaknya wirausaha yang bangkrut adalah masih terbatasnya sosok individu yang tidak memilik karakter kewirausahaan agar memiliki kemampuan untuk berinovasi dan berkreativitas
Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dilapangan dengan guru dan siswa pada SMAN 1 Sungai Geringging Dan SMAN Tanjung Mutiara mengisyaratkan bahwa sangat kurangnya minat siswa untuk terjun kewirausahaan , terlihat dari karakter mereka. “Oleh sebab itu kami tim pengabdian dari Universitas Dharma Andalas Padang merasa terpanggil untuk membenahi kondisi tersebut, dan kami akan mengadakan kegiatan penyuluhan dengan materi yang sesuai dengan permasalahan yang ada pada lokasi pengabdian kami ini yakni memberikan penyuluhan tentang membentuk karakter kewirausahaan bagi generasi muda” ujar Dedi. Tujuan dilakukannya kegiatan ini kata Dedi Julianto adalah untuk memotivasi siswa agar tertarik kelak untuk menjadi seorang wirausaha.
Sementara Kepala SMAN Tanjung Mutiara Drs. Aswandi mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Dharma Andalas yang sudah menjadikan SMAN Tanjung Mutiara sebagai tempat kegiatan pengabdian masyarakatnya. “Semoga kegiatan yang akan dilakukan di sekolah kami ini membawa manfaat bagi siswa-siswi kami, sehingga akan banyak lahir wirausahawan dari SMAN Tanjung Mutiara ini ” ujar Drs, Aswandi.
Di era globalisasi saat ini kata Aswandi, wirausaha tidak asing lagi dijumpai di lingkungan masyarakat. Hal ini dikarenakan banyaknya orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan suatu pekerjaan di sebuah perusahaan, namun tidak semua orang dapat diterima di perusahaan tersebut. Sehingga timbul banyak pengangguran dan mereka memilih untuk beralih menjadi wirausahawan.
Di dunia pendidikan, wirausaha telah dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran, tujuannya yaitu melahirkan Siswa yang siap untuk berwirausaha. Untuk itu, karakteristik wirausaha pada Siswa perlu diterapkan melalui kegiatan-kegiatan di sekolah, dengan harapan agar Siswa menjadi terbiasa untuk menerapkannya dan Siswa memiliki karakter yang siap menjadi wirausaha.
Penerapan karakteristik wirausaha pada Siswa di sekolah, dapat dilakukan dengan menekankan pola pembelajaran kewirausahaan yang mengarahkan kepada empat prinsip penting yaitu: (1) Learning to know, Siswa belajar untuk mengetahui atau memahami kewirausahaan. Prinsip ini dikondisikan agar Siswa aktif mencari tahu dan menciptakan rasa ingin tahu yang besar tentang kewirausahaan; (2) Learning to do, Siswa belajar untuk melakukan wirausaha; (3) Learning to be, Siswa belajar mempraktekkan kegiatan wirausaha. Kegiatan praktik berwirausaha di sekolah dimaksudkan agar Siswa mempunyai pengalaman awal dalam berwirausaha; dan (4) Learning to live together, Siswa belajar untuk bersama dengan yang lain dalam interaksi sosial dalam berwirausaha. Pembelajaran kewirausahaan di sekolah perlu diintegrasikan dengan sikap dan perilaku seperti tanggung jawab, kerja keras, disiplin, semangat belajar, dan lain-lain.
Jika sikap-sikap tersebut dapat diterapkan dengan baik dan konsisten, serta dapat terwujud dalam kehidupan keseharian di sekolah, maka secara bertahap akan tumbuh menjadi kebiasaan Siswa dalam kehidupan sehari-hari dalam menunjang keberhasilan dalam membentuk karakteristik wirausaha. Jadi, untuk melahirkan Siswa yang bermental wirausaha, maka perlu adanya pembiasaan penerapan wirausaha di sekolah yang dapat ditempuh melalui kegiatan belajar mengajar, penerapan karakteristik kewirausahaan di sekolah dan praktik berwirausaha.
“Saya berharap agar kegiatan ini akan berlanjut dengan materi-materi yang dibutuhkan pada sekolah ini khususnya tentang bagaimana menumbuhkan karakter kewirausahaan pada anak didik” harap Drs, Aswandi yang disanggupi oleh seluruh anggota tim yang hadir.
(Marlim)