TANAH DATAR, Sinyalgonews.com–Tujuh nagari di Kabupaten Tanah Datar menerima bantuan Program Padat Karya Penanggulangan Bencana dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI sebagai upaya mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Bantuan tersebut disalurkan kepada tujuh nagari yang tersebar di sejumlah kecamatan di Tanah Datar. Program ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi serta membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyambut baik bantuan yang diberikan Kemenaker tersebut. Menurutnya, program padat karya tidak hanya membantu memperbaiki sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi warga sehingga dapat menambah pendapatan keluarga di tengah proses pemulihan pascabencana.
“Program ini sangat bermanfaat karena selain mendukung pembangunan infrastruktur, juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Dengan demikian, warga memperoleh penghasilan sekaligus ikut berpartisipasi membangun daerahnya,” ujarnya.
Dari sepuluh titik yang diajukan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kepada Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak tujuh titik mendapatkan persetujuan dan bantuan pelaksanaan program. Masing-masing lokasi menerima bantuan sebesar Rp100 juta yang akan digunakan untuk kegiatan padat karya berbasis masyarakat.
Adapun tujuh nagari penerima bantuan tersebut yakni Nagari Sawah Tangah, Nagari Bungo Tanjung, Nagari Jaho, Nagari Batipuah Baruah, Nagari Tambangan, Nagari Padang Laweh, dan Nagari Saruaso.
Jenis pekerjaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Untuk Nagari Sawah Tangah dan Nagari Bungo Tanjung, bantuan digunakan untuk pembangunan sarana penyediaan air bersih. Sementara itu, di Nagari Jaho, Batipuah Baruah, Tambangan, Padang Laweh, dan Saruaso, program diarahkan pada pembangunan rabat beton guna meningkatkan akses dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Ketua Tim Bidang Padat Karya Kementerian Ketenagakerjaan RI, Muhammad Ikrar Dinata, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera.
Menurutnya, konsep padat karya memiliki keunggulan karena melibatkan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya terlihat dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya pendapatan masyarakat yang terlibat secara langsung dalam kegiatan tersebut.
Program padat karya selama ini menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, terutama di daerah yang sedang menghadapi tantangan akibat bencana alam. Selain menciptakan lapangan kerja sementara, program ini juga mendorong semangat gotong royong dan partisipasi warga dalam pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap seluruh kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi warga, sementara kesempatan kerja yang tercipta dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Dengan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan, masyarakat di tujuh nagari penerima bantuan diharapkan semakin cepat bangkit dan melanjutkan aktivitas pembangunan menuju Tanah Datar yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera pascabencana.
Editor: TEUKU HUSAINI