PADANG, Sinyalgonews.com – Gelombang kritik terhadap dugaan penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan DPRD Kota Padang semakin menguat. Ratusan mahasiswa turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Padang, menuntut transparansi dan penegakan hukum terhadap dugaan praktik intervensi proyek yang melibatkan seorang oknum pimpinan dewan.
link video 👇👇
7d8e493d-4d08-45b2-ad4f-3e2da111f1fb
Aksi yang berlangsung panas tersebut kini menjadi perbincangan luas setelah videonya viral di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok. Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton ribuan kali dan memancing beragam komentar dari masyarakat yang sebagian besar mendukung tuntutan mahasiswa.
Dalam orasinya, massa secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan intervensi terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Wakil Ketua DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai NasDem berinisial OA.
Mahasiswa menilai jika dugaan tersebut benar, maka tindakan tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan jabatan yang mencederai kepercayaan rakyat.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan intervensi proyek yang dilakukan oleh oknum anggota dewan. Jangan ada yang kebal hukum di negeri ini,” tegas salah seorang orator di tengah aksi.
“Anggota Dewan atau Pemburu Proyek?”
Suasana semakin memanas ketika orator mempertanyakan fungsi dan tugas utama seorang anggota DPRD. Dengan suara lantang, ia mengajak massa menjawab pertanyaan sederhana namun menyentil langsung persoalan yang mereka angkat.
“Apa tugas anggota DPRD mengurus proyek?” teriak orator.
“Tidak!” jawab massa secara serempak.
Mahasiswa menegaskan bahwa tugas anggota legislatif adalah menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi, bukan mencampuri urusan teknis proyek pemerintah ataupun memanfaatkan pengaruh politik untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Menurut mereka, jika seorang wakil rakyat justru diduga sibuk mengintervensi proyek, maka hal itu merupakan pengkhianatan terhadap amanah masyarakat yang telah memberikan kepercayaan melalui pemilu.
Publik Ikut Bersuara
Viralnya video aksi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini tidak lagi menjadi perhatian mahasiswa semata, tetapi juga menjadi sorotan masyarakat luas.
Di berbagai kolom komentar media sosial, banyak netizen menyatakan dukungan terhadap gerakan mahasiswa yang dinilai berani mengawasi jalannya pemerintahan dan kinerja wakil rakyat.
Beberapa komentar bahkan meminta aparat penegak hukum segera turun tangan agar dugaan tersebut tidak berhenti hanya sebagai isu yang beredar di media sosial.
“Kalau memang tidak bersalah, silakan klarifikasi ke publik. Kalau ada pelanggaran, proses sesuai hukum,” tulis salah seorang netizen.
Komentar lain menyebut bahwa mahasiswa harus terus mengawal kasus-kasus yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan jabatan agar pemerintahan berjalan bersih dan transparan.
DPRD dan Pihak Terkait Diminta Buka Suara
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang disebut dalam aksi tersebut maupun dari pimpinan DPRD Kota Padang terkait tuntutan mahasiswa.
Masyarakat kini menunggu klarifikasi resmi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi yang semakin luas. Di sisi lain, tuntutan mahasiswa agar dilakukan pemeriksaan terhadap dugaan intervensi proyek terus bergema.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa di tengah era keterbukaan informasi, publik semakin kritis terhadap perilaku pejabat publik. Jabatan yang diberikan rakyat bukanlah alat untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab.
Kini pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat adalah: apakah dugaan tersebut akan diusut secara transparan, atau justru berlalu tanpa kejelasan? Publik dan mahasiswa menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada penjelasan dan langkah nyata dari pihak berwenang
( Red )