Padang – Sinyalgonews.com,
Beredarnya potongan video kegiatan pelantikan calon Pramuka Penegak Laksana di MAN 1 Kota Padang yang viral di media sosial menuai banyak salah tafsir. Narasi yang beredar menyebut adanya dugaan pelecehan terhadap Bendera Merah Putih. Menanggapi hal tersebut, pihak madrasah langsung memberikan klarifikasi resmi.
Kepala MAN 1 Kota Padang, Afrizal, menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan sama sekali tidak dimaksudkan untuk melecehkan simbol negara. Menurutnya, prosesi itu merupakan bagian dari ujian integritas dan nasionalisme sebelum pelantikan calon anggota Pramuka.
“Tujuan kegiatan ini semata-mata untuk menguji integritas, nasionalisme, dan cinta tanah air siswa. Potongan video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan konteks kegiatan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Kami tegaskan tidak ada niat sedikit pun melecehkan Bendera Merah Putih,” jelas Afrizal di ruang kerjanya, Sabtu (16/8).
Namun demikian, Afrizal mengakui adanya kekhilafan dalam metode yang digunakan. “Walaupun bukan dalam konteks meremehkan, kami menyadari hal tersebut adalah kekeliruan. Kami sebagai pendidik tentu akan mengevaluasi dan memperbaiki agar tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan program pembinaan khusus bagi para calon anggota Pramuka agar pemahaman tentang simbol negara dan nilai kebangsaan semakin kuat. “Sekolah tugasnya membimbing, bukan menghakimi. Kami ingin siswa lebih memahami arti nasionalisme secara utuh,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Afrizal juga menyampaikan permintaan maaf atas keresahan yang timbul. “Kami sangat menyesal insiden ini ditarik keluar dari konteksnya. Atas nama pribadi dan lembaga, kami memohon maaf kepada masyarakat luas,” katanya.
Kegiatan klarifikasi tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar, Hendri Pani Dias, serta Kasubag TU Kemenag Padang, Rinaldi. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama menjaga marwah madrasah serta memperkuat pendidikan karakter kebangsaan.
Kakan Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menyikapi potongan informasi yang beredar di media sosial. “Mari kita jangan mudah terprovokasi. Madrasah tetap konsisten menanamkan kecintaan kepada NKRI dan menghormati simbol-simbol negara,” tegasnya.
Pihak MAN 1 Kota Padang juga memastikan akan mengevaluasi metode pembinaan ke depan agar lebih tepat, edukatif, dan tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
( Mat )