Editor: TEUKU HUSAINI
PADANG, Sinyalgonews.com—Wali Kota Fadly Amran menyambut positif rencana investasi besar senilai Rp1 triliun untuk pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Investasi tersebut akan digunakan untuk membangun dua gedung baru guna meningkatkan kapasitas dan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan terbesar di Sumatera Barat itu.
Rencana pengembangan itu mencakup pembangunan Central Medical Unit (CMU) serta gedung rawat inap baru. Langkah ini dinilai penting mengingat tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di RSUP M. Djamil saat ini telah mendekati angka 90 persen, sehingga kebutuhan ekspansi fasilitas menjadi sangat mendesak.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menyebut rumah sakit tersebut termasuk satu dari delapan rumah sakit di Indonesia yang mendapatkan pembiayaan dalam program pengembangan layanan kesehatan nasional. Proyek pembangunan ini direncanakan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2027.
Menurut Fadly Amran, investasi di sektor kesehatan bukan hanya berdampak pada peningkatan kualitas layanan medis, tetapi juga berpotensi memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai proyek ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Padang dalam RPJPD 2025–2045, yakni menjadikan Padang sebagai kota perdagangan dan jasa.
“Investasi yang masuk ke Kota Padang tentu sangat dibutuhkan untuk kemaslahatan masyarakat. Selain memperkuat pelayanan kesehatan, proyek ini juga dapat membuka peluang kerja baru,” ujar Fadly dalam forum konsultasi publik terkait pengembangan RSUP M. Djamil.
Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan rumah sakit tersebut. Hal itu sejalan dengan visi Pemko Padang untuk mewujudkan kota pintar dan kota sehat, dengan pelayanan kesehatan modern yang dapat diakses masyarakat luas.
Pengembangan RSUP M. Djamil diharapkan menjadi tonggak baru dalam peningkatan layanan kesehatan regional, khususnya bagi masyarakat Sumatera Barat dan kawasan Sumatera bagian tengah. Dengan fasilitas yang lebih modern, masyarakat diharapkan tidak lagi harus mencari layanan medis hingga ke luar negeri.