Pasaman Barat , Sinyalgonews.com— Selasa, 27 Mei 2025, warga Nagari Situak, Kecamatan Lembah Melintang, dibuat geger dengan temuan mengejutkan di Sungai Kalom, tepatnya di jalur Kampung Tengah menuju Kampung Rojang. Sungai yang selama ini dikenal sebagai kawasan ikan larangan — yang notabene dilindungi dan dikeramatkan masyarakat adat — tiba-tiba dipenuhi bangkai ikan yang mengapung!
Peristiwa ini pertama kali diketahui saat seorang warga hendak mandi ke sungai seperti biasa. Namun betapa terkejutnya ia saat melihat puluhan ikan mati berserakan di aliran sungai. Sontak, warga bernama Budi (43) berteriak memanggil warga lainnya.
“Banyak ikan mati! Ini gak wajar, kayaknya diracun!” teriak Budi sambil menunjuk aliran sungai yang menghitam dan berbau menyengat.
Warga yang datang ke lokasi membenarkan dugaan tersebut. Beberapa orang menduga kuat ikan-ikan itu mati karena diracun menggunakan zat kimia berbahaya yang diduga jenis air mas, yang memang dikenal ampuh namun sangat berbahaya bagi lingkungan.
Paling menghebohkan, salah satu pelaku dari aksi tak terpuji ini mengakui perbuatannya dan siap menjalani proses hukum baik secara adat maupun hukum negara. Lebih mencengangkan lagi, disebut-sebut ada oknum aparat Nagari yang ikut terlibat dalam aksi meracuni ikan larangan tersebut!
Tokoh masyarakat setempat sangat menyayangkan kejadian ini, terlebih ikan larangan di sungai Kalom ini dikenal sebagai ikan peliharaan adat yang juga diperuntukkan sebagai bagian dari warisan untuk anak-anak yatim di kampung tersebut.
“Perbuatan ini sangat tidak manusiawi. Kami sangat kecewa, apalagi jika benar ada oknum Nagari yang ikut terlibat. Semoga kejadian ini jadi yang terakhir, jangan sampai terulang, baik di kampung kami maupun di Pasaman Barat secara umum,” ujar seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini kini tengah dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang dan tokoh adat Nagari Situak. Warga berharap ada tindakan tegas untuk menjaga kembali marwah adat serta kelestarian alam yang selama ini dijunjung tinggi di Lembah Melintang.
( FZ )