Paninjauan, Sinyalgonews.com,–Setelah lama tak terdengar, Yayasan Pendidikan Dharma Bakti (YPDB) Paninjauan kembali menjadi sorotan. Berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat akhirnya mulai menemukan jawaban setelah sejumlah tokoh, pengurus, dan pihak terkait memberikan klarifikasi terbuka mengenai kondisi dan masa depan yayasan tersebut. Klarifikasi ini sekaligus membuka lembaran baru bagi kebangkitan kembali YPDB.
Didirikan sejak tahun 2017, YPDB Paninjauan memiliki misi mulia untuk mendukung pendidikan anak-anak di Nagari Paninjauan. Mulai dari pemberian beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, hingga pembinaan akademik, yayasan ini telah membantu hampir 70 siswa sejak awal pendiriannya. Yayasan ini berkantor di SDN 01 Paninjauan dan sejak awal berdiri, mengedepankan nilai-nilai sosial dan gotong royong.
Namun, sejak 2019, aktivitas yayasan mulai vakum. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh bendahara yayasan, Ibu Syafniyenti, yang menyatakan bahwa kevakuman terjadi setelah ketua yayasan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan saat itu memasuki masa pensiun. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kondisi keuangan yayasan tetap terjaga rapi, tidak ada penyelewengan, dan dana masih tersimpan aman di rekening resmi yayasan.
“Semua pencatatan keuangan tersusun dengan baik. Dana yang tersisa masih ada dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Syafniyenti kepada perwakilan IKPS Pusat yang melakukan penelusuran secara langsung. Pernyataan ini sekaligus menjawab berbagai tudingan tak berdasar yang sempat beredar di masyarakat.
Ketua Yayasan, Bapak Yuswardi Dt Mojoindo, turut menyampaikan klarifikasinya. Ia menyambut baik perhatian masyarakat terhadap keberlangsungan YPDB. Dalam keterangannya, ia mengusulkan agar pembahasan mendalam mengenai yayasan dilakukan secara formal dalam forum resmi. “Kalau Pengurus Paninjauan Saiyo Pusat ingin informasi lengkap, saya siap memberi keterangan langsung—baik secara lisan maupun tertulis. Saya berharap yayasan ini kembali aktif dan menjadi agenda penting dalam peringatan Milad Nagari Paninjauan pada 15 Juli 2025,” tegasnya.
Pernyataan lebih lanjut datang dari Ketua Pembina YPDB, Bapak Syamsu Rahim, yang juga mantan Bupati Solok (2010–2015). Ia mendorong adanya penyegaran dalam tubuh pengurus yayasan agar organisasi lebih dinamis, inovatif, dan mampu menjawab tantangan ke depan. “Rancaknyo pengurus disegarkan bia lebih dinamis,” ujarnya, menyiratkan perlunya restrukturisasi agar YPDB kembali bergerak aktif dengan tata kelola yang profesional.
Selain pembenahan internal, Syamsu Rahim juga menekankan pentingnya legalitas formal yayasan. Saat ini, YPDB belum memiliki akta notaris dan belum berbadan hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan, sebuah yayasan harus memiliki akta notaris dan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM agar diakui secara resmi. Tanpa legalitas ini, kerja sama dengan pemerintah dan lembaga swasta akan sulit dijalin secara formal.
Peran YPDB sangat relevan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyebutkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Keberadaan yayasan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari partisipasi masyarakat dalam memperluas akses pendidikan yang merata, khususnya di daerah seperti Paninjauan.
Pengurus IKPS Pusat menyatakan siap membantu proses revitalisasi yayasan, mulai dari legalisasi, penyusunan struktur baru, hingga pelaksanaan program-program pendidikan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa YPDB akan kembali hadir sebagai kekuatan sosial pendidikan di nagari.
Kepastian hukum, transparansi pengelolaan keuangan, dan sistem organisasi yang solid menjadi tiga pilar penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap YPDB. Klarifikasi ini juga menjadi pelajaran penting bahwa komunikasi yang terbuka dan informasi yang valid mampu mematahkan asumsi negatif yang dapat merusak citra lembaga.
Rencananya, pengurus akan menjadikan momentum Milad Paninjauan 15 Juli 2025 sebagai titik balik kebangkitan yayasan. Ini diharapkan menjadi forum resmi untuk menyampaikan laporan, merumuskan arah baru, dan memperkenalkan pengurus yang segar. Harapannya, YPDB akan tumbuh menjadi lembaga yang lebih profesional, terstruktur, dan tetap menjadi rumah harapan bagi anak-anak Paninjauan yang membutuhkan bantuan pendidikan.