Inoki Ulma Tiara, Sinyalgonews.com,-
Pilkada serentak di seluruh Indonesia termasuk pemilihan bupati dan wakil bupati Tanah Datar akan dilaksanakan tanggal 27 November 2024. Walaupun tahapan pendaftaran pasangan cakon masih menyisahkan waktu beberapa bulan lagi tetapi pemanasan Pilkada sudah terasa. Keadaannya angek nan badiyang daripado nan tapanggang, maksudnya orang-orang yang disekitar bakal calon bupati Tanah Datar lebih progresif dan aktif daripada bakal calon bupati itu sendiri.
Pilkada 9 Desember 2020 yang telah berlalu memilih pasangan Eka Putra dan Richi Aprian sebagai bupati dan wakil bupati Kabupaten Tanah Datar dengan masa jabatan dari 2021 sampai tahun 2024. Untuk masa periode 2024-2029 Eka Putra maju kembali menjadi calon bupati. Kepemimpinan Eka Putra SE, MM tentu saja mempunyai kompleksitas dengan kelebihan dan kekurangannya, hambatan dalam menyelesaikan masalah serta kemampuan memanfaatkan peluang. Selaras dengan itu ada 10 alasan utama memilih Eka Putra SE MM sebagai Bupati Tanah Datar di periode kedua .
Pertama Eka Putra SE, MM adalah seorang pekerja keras. Sebagai pemimpin,Eka Putra yang secara fisik dan mental tangguh karena dalam satu hari beliau mampu mengunjungi 4 sampai 7 titik pertemuan. Mulai dari meninjau langsung lapangan, koordinasi dengan dinas, sampai bersilaturahmi dengan masyarakat. Selesai dari kegiatan tersebut, di rumah dinas beliau menginventarisasi masalah dan mencari solusi. Kerja keras dilakukan tidak hanya mendengar laporan dan mengambil keputusan berdasarkan laporan tersebut tetapi Eka Putra akan turun langsung ke lapangan atau melihat kejadian secara langsung (observasi), menanyakan langsung ke masyarakat yang terlibat masalah (wawancara) sehingga pemahamannya terhadap perisitiwa atau persoalan tersebut menjadi kompleks dan lengkap, sehingga mampu memberikan solusi yang tepat terhadap persoalan yang ada (problem solving).
Kedua, Eka Putra SE, MM berani berinovasi dan mengambil resiko. Inovasi mempunyai dua sisi. Di satu sisi ada harapan dan keberhasilan, tetapi sisi lain ada resiko untuk gagal dan siap dengan cacian. Inovasi yang berhasil ada kebermanfaatan untuk orang banyak, meski belum tentu di apresiasi atau dihargai. Inovasi Eka Putra sebagai Bupati Tanah Datar terdapat di 10 Program Unggulan (progul) yang telah membuahkan prestasi dan dana pembangunan untuk Tanah Datar. Khusus progul bajak gratis dan satu nagari satu event, awalnya diragukan dan dikritisi, sekarang menjadi perbincangan di tingkat provinsi dan nasional sebagai Progul yang mampu menurunkan inflasi dan pondasi pariwisata berbasis nagari (desa), partisipasi dan budaya.
Ketiga Eka Putra bertanggung jawab. Kata-kata bertanggung-jawab ini bukanlah isapan jempol belaka tapi sebuah pembuktian dalam perjalanan keseharian Eka Putra. Salah satu bukti adalah ketika MTQ yang ke-40 di kabupaten Solok Selatan, utusan Tanah Datar menempati posisi ke 8 dari 47 kafilah , tahun yang sebelumnya posisi Tanah Datar di urutan ke-2. Ketika posisi ke-8 atau turun prestasi, Eka Putra menyampaikan (Bi/rel 2023) “jadikanlah apa yang telah kita raih hari ini untuk bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan dimasa-masa yang akan datang. Saya tidak akan mencari siapa yang salah atas hasil yang kita capai hari ini, karena ini semua merupakan tanggung jawab saya sebagai Bupati,” walaupun Richi Aprian sebagai ketua LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Tanah Datar waktu itu.
Keempat , tegas, lugas, dan bersahabat. Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi bagian keseharian Eka Putra dalam memimpin pemerintah daerah Tanah Datar melihat sebagai pribadi yang kompleks. Tegas dan lugas sebagai pemimpin di sisi lain mampu menjadi sahabat yang menyenangkan. Ketika target pekerjaan telah ditetapkan maka Eka Putra akan memastikan proses dan hasil sesuai dengan rencana, secara batas waktu (time limit) maupun kualitas pekerjaan. Eka putra bisa memberikan peringatan keras dan lugas kepada ASN yang bertanggung jawab terhadap target pekerjaan yang tidak tercapai. Namun, setelah rutinitas kedinasan, Eka Putra akan menjadi sahabat yang riang dengan joke-joke ringannya. Bersenda gurau dalam suasana penuh keakraban.
Kelima, menjaga hubungan baik. Eka Putra mempunyai kelebihan yang unik sekaligus baik untuk menjaga hubungan baik yaitu kemampuan mengingat nama orang, sehingga orang merasa tersanjung namanya disebut ketika bertemu dengan Eka Putra. Disisi lain berdasarkan wawancara dengan orang-orang yang telah lama mengenal Eka Putra, bahwa Eka Putra tidak pernah melupakan dan meninggalkan kawan. Terlihat dari beberapa teman kecilnya yang tetap menjadi bagian keseharian Eka Putra.
Keenam, berjiwa besar. Berjiwa besar terlihat diantaranya mampu mengikat persaudaraan dengan Shadiq Pasadigoe (Betty Shadiq istrinya,calon bupati) dan Zuldafri Darma (calon bupati) semasa Pilkada 9 Desember 2020. Dalam pilkada pasti terjadi gesekan dan konflik. Tetapi sekarang, Shadiq Pasadique dan Zuldafri Darma berhubungan baik dengan Eka Putra. Buktinya dalam acara-acara formal dan informal Eka Putra , dua tokoh besar panutan Tanah Datar ini hampir selalu hadir.
Ketujuh, jiwa kepemimpinan. Eka Putra ditempa kerasnya ombak dan badai kehidupan untuk bertahan dan menyesuaikan diri. Lahir dari keluarga sederhana, sudah berpisah dari kecil dengan kedua orang tua, Eka Putra kecil di Tanjung Bonai Lintau hidup bersama kakek dan nenek sedangkan orang tua perempuan di Damasraya bertugas sebagai guru dan orang tua laki-laki di Tanjung Ampalu Sijunjung berwirausaha. Kakeknya dikenal sebagai Inyiak Malik, tokoh agama untuk pernikahan, guru ngaji, khitanan, dan imam Masjid Raya Tanjung Bonai. Dari sang kakeklah pondasi agama Islam Eka Putra terbentuk. Pendidikan dasar Eka Putra yaitu sekolah dasar (1988) dan sekolah menengah pertama (1991) di Lintau. Kemampuan kepemimpinannya mulai mendapat perhatian ketika didaulatnya Eka Putra menjadi ketua OSIS di SMP 2 Lintau. Pindah ke kota Padang Eka Putra menamatkan SMA PGAI Padang (1994). Setamat SMA, merantau ke Kota Makassar, tinggal bersama Mama Tai yang bersuami Kolonel Marinir H Anshar Miad di Jalan Andalas No 149. Di sini “Eka Putra remaja” belajar kelembutan hati dari Mama Tai dan kedisiplinan dari sang kolonel marinir. Di Makassar Eka Putra melanjutkan kuliah D3 Poli Maritim AMI Veteran Makasar dan tamat tahun 1998, lalu bekerja di perusahaan kapal Kalla Group serta berbisnis untuk memperbaiki ekonomi. Tahun 2003 Eka Putra sudah mapan secara ekonomi, lalu terjun berpolitik. Awalnya belajar politik dari Yusuf Kalla lalu dikader oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga menjadi kader militant DPP partai Demokrat. Jabatan pertama Eka Putra adalah Koordinator Tim Kepemudaan Dept. Pemuda tahun 2005-2010, lalu 2010-2015 menjadi Ketua Biro DPA Divisi Pembinaan Anggota. Eka Putra adalah “orang dapurnya” SBY, banyak perannya dalam mengelola keputusan-keputusan politik SBY tetapi tidak kenal publik sampai menjadi Wabendum DPP Partai Demokrat dari tahun 2015 sampai sekarang. Disela kesibukannya, Eka Putra mampu menamatkan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPI Makassar, Sarjana Ekonomi (2007) dan S2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMKOP Makassar, Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) angkatan 55 tahun 2016, dan Magister Manajemen tahun 2022. Pileg 2019 Eka Putra maju jadi calon anggota DPR RI dari Sumbar 1 dengan perolehan suara yang cukup besar (58.518) namun kalah dari Dasrizal Basir (65.877). Berdasarkan niat baik mengabdi untuk Tanah Datar, basis suara pileg di Tanah Datar (27.721) serta amanah dari almarhum Irdinansyah Tarmizi, menjadi semangat bagi Eka Putra. Maju sebagai calon bupati dengan calon wakilnya Richi Aprian, akhirnya terpilih dengan perolehan suara 65.318 atau 42,4% suara. Kepemimpinannya mumpuni , bukan dari lahir berkembang karena kemudahan dan lengkapnya fasilitas (basampan ameh pandayuang perak), tetapi kemampuan bertahan, beradaptasi dari berbagai keterbatasan yang telah melahirkan prestasi gemilang untuk kesuksesan kehidupan. Gambaran proses kepemimpinan Eka Putra dalam sebuah analogi “ nahkoda yang tangguh lahir di laut yang penuh dengan ombak dan badai ”
Kedelapan Eka Putra bersama Pemerintah Daerah Tanah Datar bertabur prestasi dan penghargaan. Menjabat bupati dari tahun 2021 sampai April 2024, telah mengisi Kabupaten Tanah Datar dengan 69 prestasi dan penghargaan. Diantaranya, Kabupaten Peduli HAM 2021 dari kemenkumham, Opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2020 dari BPK Perwakilan Sumatera Barat (2021), The Figure Excellence Awards (The FEA) 2021 untuk Bupati Tanah Datar dari Seven Media Asia(Eka Putra Kategori Hope of Leaders dari Seven Media Asia), Piagam Apresiasi Pembina ProKlim tahun 2021 kepada Bupati Tanah Datar dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Juara III TPID Award Kemenparekraf RI, Rekor Muri Desa Wisata Pariangan (Desa Wisata Pertama Yang Memiliki Pewarna Batik Alami Dari Limbah dari Muri), Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (Akip), Achivement Motivation Person Kepada Sekretaris Daerah Tanah Datar Diskominfo Provinsi Ajang Champhionship TP2DD Tahun 2022, Peringkat III Terbaik Wilayah Sumatra Kategori Kabupaten oleh Menko Perekonomian, Kabupaten Peduli HAM Tahun 2022 (7 Kali Berturut-Turut) dengan Capain Nilai Tertinggi (100) Kemenkumham, Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik (2024), dari Baznas. Persepsi tentang penghargaan yang didapatkan kadangkala dianggap hanya penghias lemari kaca dan seremonial belaka padahal setiap penghargaan harus dilihat dari berbagai sudut pandang seperti membentuk citra baik Tanah Datar, hadiah dan dana pembangunan untuk kabupaten Tanah Datar.
Kesembilan agamis dan perhatian terhadap anak yatim. Agamis ini dipahami oleh Eka Putra tidak hanya menjalankan rukun iman dan rukun Islam sebagai pondasi utama beragama, tetapi bagaimana kebijakan sebagai bupati kabupaten Tanah Datar berpihak kepada agama Islam. Pembangunan agama Islam dijadikan program unggulan yaitu meningkatkan kesejahteraan guru pendidikan Qur’an dan tahfis untuk menjamin lahirnya generasi Qur-ani. Selain itu membangun kantor Majelis Ulama Indonesia sebagai wadah dan apresiasi terhadap intelektual Islam di Kabupaten Tanah Datar. Perhatian pemerintah Tanah Datar untuk pembangunan masjid dan mushallah dengan memberikan bantuan secara langsung. Khusus untuk anak yatim, kegiatan Eka Putra memang tidak pernah dipublish mulai dari menjadi donator beberapa panti asuhan dan secara rutin menjamu anak yatim.
Kesepuluh arah dan pedoman pembangunan Tanah Datar yang jelas. Eka Putra mengerti benar bahwa Tanah Datar harus dibangun dari pondasi pariwisata (satu nagari satu event, ekonomi kreatif, pelestarian kebudayaan, memajukan olaraga, dan produk nagari), pertanian (bajak gratis, asuransi tani, asuransi ternak, dan pupuk bersubisidi, dan irigasi), dan menciptakan usahawan-usahawan baru. Warga Tanah Datar terlayani secara pelayanan publik (pelayanan administrasi, berobat gratis, keterbukaan informasi), organisasi adat (LKAM, KAN, Bundo Kanduang), organisasi agama (guru al-quran dan tahfis) terfasilitasi dengan baik, semua pemukiman penduduk terjangkau oleh telekomunikasi, ASN dan tenaga honorer-nya sejahtera. Memilih kembali Eka Putra SE, MM di 27 November 2024, adalah untuk memastikan pondasi serta keberhasilan pembangunan telah diraih di periode pertama berlanjut ke periode kedua.
Referensi
Bi/rel. 2023. “Bupati Tanah Datar Eka Putra: Ini Semua Tanggung Jawab Saya Sebagai Bupati.” BiNews, December 18.