Padang, Sinyalgonews.com,--Sebanyak 41 orang siswa SMkN 3 Padang mengikuti uji sertifikasi bahasa asing bantuan Direktorat Sekolah Menengah Kejujuran. Program bantuan sertifikasi bahasa asing murid SMK tahun 2025 ini merupakan bantuan pemerintah untuk memfasilitasi siswa SMK agar mengikuti tes sertifikasi bahasa asing—khususnya TOEIC—guna meningkatkan daya saing di dunia kerja global.

Kepala SMKN 3 Padang Lily Sumeri mengatakan, dari 41 orang siswanya yang ikut uji sertifikasi, semuanya dinyatakan kompeten. “Alhamdulillah, semua siswa kami mendapatkan sertifikat dengan nilai tertinggi 875 dan terendah 185″ ujar Lily Sumeri di ruangan kerjanya, Senin (9/2/2026).
Seperti diketahui, Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) resmi meluncurkan program bantuan Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Bahasa Asing bagi murid SMK. Kedua program ini disosialisasikan dalam webinar nasional yang digelar pada Selasa, 17 Juni 2025, dan diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Program ini diharapkan menjadi katalisator percepatan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia kerja.
Program Sertifikasi Bahasa Asing atau TOEIC ini bekerja sama dengan International Test Center (ITC). Uji kompetensi menggunakan sistem Computer-Based Test (CBT) dan hasilnya diberikan dalam bentuk skor resmi TOEIC yang diakui secara internasional. Seluruh biaya pelaksanaan ditanggung penuh oleh pemerintah.
Menurut Lily Sumeri, sebelum mengikuti uji sertifikasi kompetensi, sekolah wajib mengajukan usulan melalui aplikasi Takola SMK, sementara untuk TOEIC, pendaftaran dilakukan oleh sekolah melalui portal resmi ITC.
Kepala SMKN 3 Padang menegaskan bahwa semua biaya untuk mengikuti uji sertifikasi kompetensi ini ditanggung oleh pemerintah.”Jadi kami tidak keluar sepersen pun alias gratis” tuturnya.
Lily Sumeri berharap, siswanya tidak hanya mampu bersaing di dalam negeri, tetapi juga siap menembus pasar kerja global sebagai generasi emas Indonesia.
(Marlim)