Editor: TEUKU HUSAINI
PADANG, Sinyalgonews.com,–Sosok ulama kharismatik asal Sumatera Barat, Gusrizal Gazahar, kembali menjadi perhatian masyarakat. Selain dikenal sebagai pendakwah yang tegas dalam menyampaikan nilai-nilai Islam, Buya Gusrizal juga dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap kehidupan sosial dan penderitaan sesama manusia.
Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kemiskinan, pendidikan, hingga konflik kemanusiaan dunia, Buya Gusrizal konsisten menyuarakan pentingnya rasa empati, persaudaraan, dan semangat saling membantu antarumat. Sikap tersebut membuat dirinya dihormati oleh berbagai kalangan, baik tokoh agama, masyarakat adat, maupun generasi muda di Ranah Minang.
Sebagai ulama yang aktif berdakwah melalui mimbar dan media sosial, Buya Gusrizal kerap mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan nilai kemanusiaan di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemajuan pembangunan, tetapi juga dari kepedulian sosial dan akhlak masyarakatnya.
“Manusia terbaik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain,” menjadi salah satu pesan yang sering disampaikan dalam berbagai tausiah danmu ceramahnya. Pesan tersebut dinilai mampu menyentuh hati masyarakat dan mengajak umat untuk lebih peduli terhadap kondisi sekitar.
Selain aktif di bidang dakwah, Buya Gusrizal juga dikenal sering hadir dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ia mendukung gerakan pendidikan Islam, pembinaan generasi muda, hingga penguatan fungsi surau sebagai pusat pembentukan karakter umat di Minangkabau.
Kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan internasional, terutama penderitaan rakyat Palestina, juga menjadi perhatian publik. Dalam berbagai kesempatan, Buya Gusrizal mengajak umat Islam untuk tidak menutup mata terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di dunia dan terus menumbuhkan solidaritas terhadap sesama.
Masyarakat Sumatera Barat menilai kehadiran ulama seperti Buya Gusrizal sangat penting di tengah situasi sosial yang penuh tantangan. Sosoknya dianggap mampu menjadi penyejuk sekaligus pengingat agar masyarakat tetap menjaga nilai agama, adat, dan rasa kemanusiaan.
Dengan gaya penyampaian yang santun namun tegas, Buya Gusrizal terus menjadi salah satu tokoh yang dihormati dan didengar suaranya oleh masyarakat luas. Kepeduliannya terhadap sesama menjadi teladan bahwa dakwah tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui perhatian dan keberpihakan terhadap kemanusiaan.