• Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • International
  • Peristiwa
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Agama
  • Kesehatan
  • Infrastruktur
  • Loker

SinyalGoNews.com • Nasional • Puisi Esai Dari Kita Untuk Kita: Pesan Keberkahan di Ulang Tahun PGRI ke-80 Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan

NasionalNewsSeni

Puisi Esai Dari Kita Untuk Kita: Pesan Keberkahan di Ulang Tahun PGRI ke-80 Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan

editor
Last updated: 29/11/2025 20:52
editor
Share
5 Min Read
SHARE

Padang, Sinyalgonews.com,— 
​Sang Lentera Delapan Puluh Tahun: Warisan Ikhlas

​Delapan puluh tahun, bukan sekadar hitungan kalender;
Ia adalah babad panjang tentang pena yang tak pernah lelah menulis harapan,
tentang kapur yang memutih, menabur ilmu di papan hitam kehidupan.
​Kita, sang guru, berdiri di sini.

Bukan sebagai buruh upahan,
tapi sebagai pemahat jiwa, dengan pahatan paling sunyi: ikhlas.

​Delapan puluh tahun, kita melangkah dari gubuk reyot hingga ruang ber-AC yang megah.

Namun, api di dada yang menyala, yang tak gentar pada pengakuan yang minim,
adalah warisan yang diwariskan oleh para pendahulu kita.

​Dari Kita Untuk Kita.
Itu bukan slogan kosong, itu sumpah sunyi yang melahirkan Persatuan Guru.

Sebab kita tahu benar, siapa yang paling memahami letihnya menanam,
selain sesama petani harapan yang berbagi cangkul, berbagi keringat.

Di usia ini, kita memanen air mata haru, melihat murid-murid kita sukses.
Itulah berkah sejati yang tak tercatat di neraca.

—-000—-

​Gaji Tipis dan Martabat Sejati: Derita Guru Honorer

​Namun di tengah panen kebanggaan, ada derita yang tersembunyi,
suara lirih dari tulang punggung yang paling rapuh: Guru Honorer.

​Mereka adalah penjaga janji pendidikan di pelosok sunyi,
menggenggam ijazah sarjana, namun dibayar setara buruh harian.

Cinta mereka pada mengajar tak terbayar, terhadang oleh status kontrak,
oleh kepastian yang menggantung, oleh SK yang tak menjamin martabat.

​Di mata murid, mereka adalah pahlawan yang sama,
memberi hati yang sama, ilmu yang sama, namun hak yang jauh berbeda.

Bagaimana bisa keberkahan terasa utuh, jika sebagian dari kita
harus memilih antara beli buku atau membeli beras di dapur mereka?

​PGRI harus menjadi perisai bagi mereka yang tak berdaya,
menggemuruhkan keadilan di meja-meja birokrasi yang dingin.

Dari Kita Untuk Kita kini berarti: perjuangkan hak Guru honorer,
pastikan bahwa setiap keringat dibalas dengan jaminan yang layak.
Jangan biarkan dedikasi menjadi alasan untuk dieksploitasi.

—-000—-

​Menuju Keberkahan yang Adil

​Kita ditantang oleh kecepatan digital, namun tantangan terbesar kita
adalah mencapai Keberkahan yang Adil bagi setiap anggota.

​Keberkahan bukan hanya tercapai saat murid sukses,
tapi saat setiap guru—tetap, kontrak, honorer—
pulang dengan martabat yang utuh, dengan senyum yang tidak dipalsukan oleh kecemasan ekonomi.

​Kami berdiri di persimpangan sejarah,
menggenggam gawai dan juga tuntutan akan kesetaraan.

Akar kami kuat, dan kini kami tarik semua anggota untuk tegak bersama.

​Terima kasih, para guru.
Selamat ulang tahun, PGRI.
Delapan puluh tahun menabur.
Mari kita tegakkan keberkahan bagi semua.

—0000—
​
Solidaritas PGRI dan Realitas Guru Honorer di Usia Ke-80

​Perayaan ulang tahun PGRI ke-80 harus dilihat sebagai momen reflektif yang jujur, terutama mengenai implementasi filosofi
“Dari Kita Untuk Kita”.

Sementara PGRI telah berhasil menjadi kekuatan pemersatu dan advokat profesi selama delapan dasawarsa, realitas pahit yang mendera jutaan Guru Honorer di Indonesia merupakan tantangan moral dan organisasional terbesar saat ini.

​Guru Honorer adalah pahlawan sunyi yang menjadi tumpuan sistem pendidikan, mengisi kekosongan formasi dengan dedikasi yang seringkali jauh melampaui kompensasi finansial mereka.

Eksploitasi struktural ini mengancam martabat profesi secara keseluruhan, sebab kemiskinan dan ketidakpastian yang dialami satu bagian akan merusak keberkahan kolektif seluruh anggota.

​Oleh karena itu, pesan keberkahan di usia 80 ini harus tegas: “Keberkahan adalah Keadilan.”

Peran PGRI harus diperkuat sebagai agen perubahan yang militan, bukan hanya sekadar serikat, tetapi gerakan yang mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan status kepegawaian dan memastikan upah yang setara untuk pekerjaan yang setara.

Transformasi digital tidak akan bermakna jika pondasi SDM-nya rapuh karena ketidakadilan.

PGRI harus memastikan bahwa di tahun-tahun mendatang,
kisah delapan puluh tahun ini akan dikenang bukan hanya karena perjuangan di masa lalu,
tetapi karena keberhasilannya menghapus disparitas gaji dan memberikan martabat penuh bagi setiap guru,
terutama yang berstatus honorer, demi mewujudkan pendidikan nasional yang adil dan bermutu.

You Might Also Like

Ditreskrimum Polda Riau Berhasil Menangkap Diduga Pelaku Pengancaman yang Viral di Media Sosial*
Giat Operasi Mantap Brata Mencegah Penyalahgunaan Wewenang dan Pelanggaran Disiplin Polri
Forum Siti Manggopoh Gelar Diskusi Mengenang Perjuangan Siti Manggopoh
Peringatan Nuzululqur’an, Gubernur Mahyeldi Tekankan Penting Pembinaan Generasi Muda Berkarakter Qur’ani
Kecelakaan beruntun di Simpang Alai, Kota Padang, memang sangat memprihatinkan!!
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Puisi Esai Musibah, Kesaksian Senyap Sang Air Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan
Next Article Gubernur dan Forkopimda Sepakati, Penguatan Data dan Akses Darurat Menjadi Prioritas Penanganan Bencana di Sumbar
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Latest News

*PIMPINAN REDAKSI SINYALGONEWS.COM KECAM UCAPAN HOTMAN PARIS HUTAPEA: KEBEBASAN BERBICARA BUKAN BERARTI BEBAS MELUKAI MARTABAT ORANG LAIN*
News
21/07/2026
Tokoh Masyarakat dan Ninik Mamak Nyatakan Dukungan untuk Desi Susanti Maju sebagai Calon Wali Nagari Koto Tuo
Uncategorized
21/07/2026
Kapolda Sumbar Hadiri Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Muhsinin, Pererat Silaturahmi Lewat “Ngopi Subuh”
News
21/07/2026
Diantar Tokoh Masyarakat, Ninik Mamak dan Pemuda, Ramlan Sarwani( Nanang )Resmi Daftar sebagai Calon Wali Nagari Koto Sawah Ujung Gading
News
21/07/2026

You Might also Like

DaerahNewsPariwisataPeristiwaSumbarUncategorized

Libur Panjang, Gubernur Ajak Wisatawan dan Masyarakat Jaga Kebersihan Pasar Ateh Bukittinggi

30/06/2026
NasionalNews

Hadiri Tarling Forkompinda, Kapolda Jateng Himbau Masyarakat Rekonsiliasi dan Bangun Kerukunan Pasca Pelaksanaan Pemilu

28/03/2024
AgamaJakartaNewsPendidikan

*WISUDAWAN NONMUSLIM ASAL NTT RASAKAN TOLERANSI DAN INKLUSIVITAS DI UMJ*

25/05/2026

*Polantas Menyapa Masyarakat CFD, Ajak Warga Wujudkan Tertib dan Aman Berlalu Lintas*

07/12/2025

SinyalGoNews.com © 2024 All rights Reserved. made with ❤️ by Xweb.co.id

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?