• Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • International
  • Peristiwa
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Agama
  • Kesehatan
  • Infrastruktur
  • Loker

SinyalGoNews.com • Nasional • Puisi Esai Musibah, Kesaksian Senyap Sang Air Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan

NasionalNewsSeni

Puisi Esai Musibah, Kesaksian Senyap Sang Air Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan

editor
Last updated: 29/11/2025 20:50
editor
Share
3 Min Read
SHARE

Padang, Sinyalgonews.com

​Dahulu, air adalah sahabat.
Ia mengalir lembut di urat-urat sungai, membersihkan, memberi kehidupan.

Di sekitarnya, janji peradaban ditegakkan; rumah-rumah berdiri, sawah-sawah menghijau.
Namun, manusia lupa, setiap persahabatan memiliki batas hormatnya.

​Hutan, paru-paru yang setia menampung nafas air, perlahan dianggap tak lebih dari stok kayu, ditebang tanpa jeda, dilucuti tanpa ampun.

Bukit-bukit telanjang, dada bumi dibiarkan terbuka. Kota-kota membesar, bukan lagi tumbuh, melainkan melahap.

Semua pori-pori tanah yang seharusnya menyerap tangisan langit, kini disemen, dibeton, ditutup rapat.​Air menyaksikan. Ia mencatat dalam keheningan yang lama.

—-000—
​
Audit Dosa dan Kemarahan yang Terkumpul

​Di mana nurani saat kita membuang sampah, bukan pada tempatnya, melainkan ke jantung alirannya?

Plastik, kaca, sisa-sisa kesenangan sesaat; mereka menumpuk, menjadi bendungan buatan yang angkuh.

​Lalu datang para penguasa modal, yang membeli lembah, menimbun rawa, dan mendirikan menara kaca di atasnya.

Mereka mengusir air dari rumahnya yang alami—tempat resapan—mengubahnya menjadi kolam renang pribadi atau basement mewah.

​Ini bukan semata-mata hujan yang deras. Ini adalah kalkulasi.
Tiap sentimeter kubik air yang tidak dapat meresap karena keserakahan manusia, kelak akan menjadi palu godam yang menghantam balik.
​Alam tak pernah menagih hutang tunai. Ia menagih dalam bentuk murka yang terakumulasi.

—-000—
​
Dialog Saat Arus Membawa Petaka

​Malam itu, air bah tak lagi bersuara lirih.
Ia datang meraung, berderap, membawa sertanya bukan hanya air, tapi balok kayu yang kita curi, lumpur dari bukit yang kita telanjangi, dan segala macam sampah yang kita janji untuk urai.

​Musibah ini adalah dialog paling jujur antara alam dan manusia.
Air berkata: “Kalian menghancurkan rumahku, maka aku datang mengambil rumah kalian.”

Air berkata: “Kalian menyumbat jalanku, maka aku datang membuka jalanku dengan paksa.”

​Wajah-wajah panik, teriakan minta tolong, dan ratapan yang mengambang di atas air keruh.

Baru saat ini, di tengah bencana, kita sadar betapa rapuhnya beton dan betapa kecilnya uang yang kita kumpulkan, di hadapan hukum gravitasi dan ekologi.

​Nurani tersentak, bertanya dengan suara parau: “Mengapa kita baru sadar di tengah air, setelah semua lenyap?”

—-000—-

​Rekonsiliasi Nurani

​Ketika air surut, yang tersisa hanyalah duka, puing, dan lumpur yang dingin. Lumpur itu adalah saksi bisu dari keserakahan kolektif.

Ia bukan hanya lumpur, ia adalah amarah yang mengering, siap menjadi debu yang menyesakkan di musim kemarau berikutnya.
​Kita membangun lagi, tentu saja.

Namun, yang paling mendesak untuk dibangun bukanlah rumah baru, melainkan nurani yang baru.

​Musibah ini adalah kesempatan terakhir bagi kita untuk melihat:
Bukan alam yang kejam, tapi kita yang berlaku curang pada keseimbangan.

​Air bah akan datang lagi.
“Apakah kita akan menyambutnya dengan tumpukan sampah dan hutan yang gundul?”

“Atau dengan tangan terbuka, dengan hati yang sadar, dan dengan sungai yang kembali dihormati?”

​Pilihlah. Sebab air, kini, hanya menunggu jawaban kita.
​Musibah saat air bah murka, adalah air mata bumi yang menagih janji tanggung jawab.

You Might Also Like

Kantor Hukum PTW & Rekan Laporkan 7 Orang Ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya Diduga Lakukan Tindak Pidana Pemalsuan Surat 263, 266
Forum Insan Koperasi Bung Hatta Gelar Diskusi Publik Tentang Koperasi Berbasis Kerakyatan Ideologi Ekonomi Bung Hatta
Gubernur Mahyeldi Apresiasi Gerakan Bersama LKAAM, Polda, Pemprov, dan Pemko Padang Jaga Ketahanan Sosial Sumbar
INOVASI PELATIHAN SISWA POLWAN 2025: Dari Pengabdian Desa hingga SPPG POLRI
KONI Padang Panjang Gelar Rapat Kerja Anggaran Tahun 2024
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Gubernur Mahyeldi Lantik 4 Pejabat Eselon 2 di Lingkungan Pemprov Sumbar
Next Article Puisi Esai Dari Kita Untuk Kita: Pesan Keberkahan di Ulang Tahun PGRI ke-80 Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Latest News

Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Sumbar Periode 2026–2031 Resmi Dibuka, Pendaftaran hingga 29 Juli
News
21/07/2026
Sekretaris Satpol PP dan Damkar Sawahlunto Tanamkan Kesadaran Tertib kepada Siswa Baru SMKN 2 Lewat Sosialisasi Trantibum
News
21/07/2026
Gerak Cepat! Lurah Surau Gadang Tindaklanjuti Keluhan Warga, Semak Belukar di Jalur Alternatif Batang Kuranji Mulai Dibersihkan
News Daerah Nasional
21/07/2026
Durrahmat Maju Sebagai Calon Wali Nagari Kuamang Alai Ujung Gading, Siap Mengabdi untuk Kemajuan Nagari
News
20/07/2026

You Might also Like

NasionalNewsPolitik

Rocky Gerung: Jambore Karhutla 2025 Jadi Kampanye Serius untuk Hijaukan Indonesia Kembali

25/04/2025
UncategorizedHukumNasionalNews

Polres Pasaman Barat dan Forkopimda Mengikuti Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2025*

06/06/2025
NewsPariwisata

Pemprov Sumbar Makin Fokus Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Halal

27/06/2024
NasionalNewsPendidikan

Peringati. Maulid Nabi Muhammad SAW SMAN 3 Padang GelarJumat Berkah SMANTRI Peduli SMANTRI Berbagi

14/09/2025

SinyalGoNews.com © 2024 All rights Reserved. made with ❤️ by Xweb.co.id

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?