PADANG , Sinyalgonews.com– Gerak cepat ditunjukkan Pemerintah Kelurahan Surau Gadang dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi jalan alternatif di tepi Sungai Batang Kuranji, tepatnya di belakang Bank Nagari Siteba, yang selama ini dipenuhi semak belukar hingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Keluhan warga tersebut sebelumnya diberitakan oleh Indonesiainvestigasi.com. Dalam pemberitaan itu, masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang dipenuhi semak belukar di sisi kiri dan kanan badan jalan sehingga akses menjadi sempit. Padahal, jalan tersebut kini menjadi jalur alternatif utama sejak putusnya jembatan penghubung Surau Gadang–Sawah Liek Kampung Olo akibat banjir bandang yang melanda Kota Padang beberapa bulan lalu.
Setiap hari, jalur ini dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah. Banyak orang tua memilih melintasi jalan tersebut untuk mengantar dan menjemput anak-anak mereka yang bersekolah di SMAN 12 Padang dan Pondok Pesantren Dar El-Iman, karena dinilai lebih dekat dan efisien.
Menanggapi keluhan tersebut, Lurah Surau Gadang, Andrika Sari, S.Sos, langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang agar dilakukan pembersihan di sepanjang jalur tersebut.
Upaya itu membuahkan hasil. Pada Senin, 20 Juli 2026, petugas DLH Kota Padang mulai melakukan pemotongan rumput dan pembersihan semak belukar yang menutupi badan jalan, sehingga akses masyarakat menjadi lebih terbuka dan nyaman dilalui.
“Kami langsung menindaklanjuti laporan masyarakat. Alhamdulillah, hari ini petugas DLH sudah mulai melakukan pembersihan rumput dan semak belukar di sepanjang jalan alternatif ini. Semoga aktivitas masyarakat kembali lebih aman dan nyaman,” ujar Andrika Sari, S.Sos.
Meski demikian, Andrika mengakui masih ada pekerjaan lanjutan yang perlu segera ditangani, yakni pemangkasan pohon-pohon jati yang sudah berusia tua dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
“Untuk pemangkasan pohon-pohon jati yang sudah tua, kami akan kembali berkoordinasi dengan DLH Kota Padang agar dapat dilakukan penanganan sesuai kewenangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas kami,” jelasnya.
Langkah cepat Pemerintah Kelurahan Surau Gadang mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga berharap pembersihan semak belukar dapat dilakukan secara berkala dan diikuti dengan pemangkasan pohon-pohon yang rawan tumbang agar jalur alternatif tersebut tetap aman.
Masyarakat juga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pembersihan rumput saja, tetapi dilanjutkan dengan penataan dan pemeliharaan rutin mengingat jalan bantaran Sungai Batang Kuranji kini menjadi salah satu akses vital bagi ribuan warga pasca putusnya jembatan Surau Gadang–Sawah Liek akibat banjir bandang.
Dengan dimulainya pembersihan pada Senin, 20 Juli 2026, warga optimistis akses alternatif tersebut akan kembali nyaman digunakan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Surau Gadang dan Sawah Liek.
( Mat )