Sinyalgonews.com.PADANG _ Alhamdulillah, pada Jumat 5 Desember 2025, proses penyaluran bantuan sembako Tahap III kembali dilakukan untuk memperkuat dukungan kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Padang. Penyaluran kali ini dipusatkan di kawasan pengungsian Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, yang sejak beberapa hari terakhir menjadi salah satu lokasi dengan jumlah pengungsi cukup besar akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian berbagai pihak yang terus bersinergi membantu masyarakat agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi. Sembako yang disalurkan terdiri dari beras, minyak goreng, telur, mie instan, gula, air mineral, serta beberapa kebutuhan lainnya yang sangat dibutuhkan warga selama berada di pengungsian. Seluruh paket sembako ini langsung diantarkan ke Dapur Umum Masyarakat yang menjadi pusat distribusi konsumsi bagi para pengungsi setiap harinya.
Dapur umum tersebut dikelola secara gotong royong oleh warga bersama relawan, dengan dukungan logistik dari pemerintah, komunitas kemanusiaan, dan para dermawan. Setiap hari dapur ini memasak ratusan porsi makanan untuk para pengungsi, khususnya anak-anak, ibu hamil, lansia, dan warga yang memiliki kebutuhan khusus. Dengan tambahan suplai sembako di tahap ketiga ini, kapasitas dapur umum diharapkan dapat semakin stabil dalam menyediakan makanan yang layak dan cukup.
Warga pengungsi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang terus diberikan. Mereka berharap bantuan ini dapat berlanjut sampai kondisi kembali pulih dan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman. Sejumlah warga juga menyampaikan bahwa keberadaan dapur umum sangat membantu mengurangi beban mereka, terutama di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.
Di sisi lain, relawan yang bertugas menegaskan bahwa penyaluran bantuan seperti ini perlu terus dipantau dan dievaluasi agar tepat sasaran dan merata. Mereka mengapresiasi kerjasama semua pihak yang telah memberikan waktu, tenaga, dan dukungan moral bagi para pengungsi.
Penyaluran bantuan sembako Tahap III ini menjadi bukti nyata bahwa semangat solidaritas masyarakat tetap kuat di tengah musibah. Kolaborasi antara pemerintah, relawan, tokoh masyarakat, dan para donatur menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi bencana.
Upaya lanjutan masih diperlukan, terutama dalam pemulihan pasca-bencana, perbaikan fasilitas umum, dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan. Namun dengan kebersamaan yang terjaga, proses penanggulangan bencana dipastikan berjalan lebih baik dan terarah.
Editor: Teuku Husaini
Sinyalgonews.com