TANAH DATAR, Sinyalgonews.com,— Pemerintah Nagari Tanjung, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, tancap gas membenahi persoalan sampah dari hulu. Salah satunya lewat Pelatihan Pengolahan Sampah sekaligus pembentukan Bank Sampah yang akan digelar Selasa, 14 Oktober 2025 pukul 08.00 WIB di Aula Kantor Wali Nagari Tanjung.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Inoki Ulma Tiara, S.Sos., M.Pd (TAP4D Kabupaten Tanah Datar) sebagai pemateri/narasumber. Fokus pelatihan diarahkan pada perubahan perilaku warga dari sekadar “buang”, menjadi pilah, olah, dan bernilai.
“Kita ingin warga punya pengetahuan dan keterampilan yang sama tentang pengolahan sampah. Bank Sampah ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal ekonomi keluarga,” kata pihak Pemerintah Nagari Tanjung, Kamis (8/10/2025).
Bank Sampah dikenal sebagai sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang menggabungkan pendekatan lingkungan dan ekonomi. Sampah yang dipilah seperti plastik, kertas, logam, dan kaca dapat disetor ke Bank Sampah, lalu dicatat sebagai tabungan atau memperoleh insentif sesuai jumlah dan jenisnya. Sampah dari rumah tangga. Dengan pemilahan sejak awal, volume sampah yang menuju TPA bisa ditekan, sementara sampah bernilai bisa masuk jalur daur ulang.
Dalam pelatihan, peserta akan dikenalkan rangkaian operasional Bank Sampah secara sistematis. Mulai dari edukasi pemilahan, skema pengumpulan terjadwal, penyimpanan aman, hingga penanganan awal seperti pencacahan atau pemadatan agar efisien saat dijual atau disalurkan.
Selain itu, pelatihan juga membahas strategi kemitraan Bank Sampah dapat membangun kerja sama dengan pihak ketiga seperti pengepul atau industri daur ulang. Beberapa Bank Sampah bahkan berkembang ke tahap produksi kreatif, misalnya membuat kerajinan dari bahan daur ulang.
Pemerintah Nagari Tanjung menegaskan pembentukan Bank Sampah bukan kegiatan sekali jalan. Sistem akan diperkuat lewat administrasi yang rapi, pendataan setoran warga, monitoring volume sampah, hingga pelaporan berkala agar transparan.
“Kalau administrasinya rapi, Bank Sampah punya data. Kalau punya data, program bisa berkembang. Itu kuncinya,” ujar pihak nagari.
Bank Sampah Nagari Tanjung diharapkan menjadi contoh gerakan nyata di tingkat lokal. Warga teredukasi, lingkungan lebih bersih, dan ada nilai ekonomi yang tumbuh dari kebiasaan baru.
Dengan langkah ini, Nagari Tanjung menegaskan satu pesan sederhana, sampah bukan bencana, kalau sistemnya benar dia bisa jadi sumber ekonomi.
NAGARI TANJUNG BENTUK BANK SAMPAH
Tidak ada komentar
Tidak ada komentar