PADANG, Sinyalgonews.com,–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan pentingnya sinkronisasi lintas daerah dalam merancang pembangunan infrastruktur tahun 2027. Hal ini disampaikan dalam Forum Perangkat Daerah urusan Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) se-Sumbar yang menjadi ruang strategis menyatukan arah kebijakan pembangunan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menekankan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten dan kota menjadi faktor utama agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk menyelaraskan perencanaan agar lebih terintegrasi. Dengan luasnya tanggung jawab pemerintah provinsi, termasuk pengelolaan sekitar 1.600 kilometer jalan, sinergi lintas daerah menjadi kebutuhan mutlak.
“Tidak ada pembangunan yang bisa diselesaikan sendiri. Sinergi menjadi kunci utama,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah diminta menyusun program berbasis kebutuhan riil masyarakat. Setiap usulan harus memiliki arah yang jelas, terukur, serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan.
Fokus pembangunan infrastruktur Sumbar tahun 2027 sendiri diarahkan pada penguatan kebutuhan dasar masyarakat. Program prioritas mencakup rehabilitasi sekolah keagamaan, peningkatan sanitasi, pembangunan sekolah rakyat, serta penguatan ketahanan air dan pangan.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, mengingat Sumatera Barat kerap menghadapi bencana hidrometeorologi. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan.
Penguatan infrastruktur logistik, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih berkelanjutan juga masuk dalam agenda prioritas. Semua program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam forum tersebut, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, diharapkan mampu membangun komunikasi yang solid. Sinkronisasi program menjadi langkah penting agar pembangunan tidak tumpang tindih dan lebih efisien dalam penggunaan anggaran.
Dengan perencanaan yang terintegrasi dan kolaboratif, Pemerintah Provinsi Sumbar optimistis pembangunan infrastruktur tahun 2027 dapat menjawab berbagai tantangan daerah sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Editor: TEUKU HUSAINI