Yogyakarta. Sinyalgonews.com,–Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat global. Berdasarkan data terbaru tahun 2026, Muhammadiyah resmi menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang memiliki fakultas kedokteran terbanyak di dunia.
Capaian ini tidak terlepas dari komitmen panjang Muhammadiyah dalam mengembangkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari pengabdian kepada umat. Sejak berdiri pada tahun 1912, Muhammadiyah konsisten mengusung nilai tauhid yang fungsional, yakni ajaran yang tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menyebutkan bahwa hingga saat ini Muhammadiyah memiliki 23 fakultas kedokteran, yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dari barat hingga timur. Jumlah ini menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dengan kepemilikan fakultas kedokteran terbanyak secara global.
Dari total tersebut, terdiri atas 7 fakultas kedokteran gigi dan 16 program pendidikan dokter spesialis. Selain kuantitas, kualitas juga menjadi perhatian utama, terbukti dengan sejumlah fakultas yang telah meraih akreditasi unggul.
Tak hanya berhenti pada aspek pendidikan, keberadaan fakultas kedokteran Muhammadiyah juga memberikan kontribusi besar dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan jaringan rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang mencapai lebih dari seratus unit, layanan kesehatan yang diberikan telah menjangkau jutaan masyarakat setiap tahunnya.
Selain itu, lebih dari 45.000 mahasiswa kedokteran saat ini menempuh pendidikan di lingkungan Muhammadiyah, mencerminkan besarnya peran organisasi ini dalam mencetak tenaga medis profesional di Indonesia.
Fakultas-fakultas tersebut tersebar di berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, hingga Universitas Muhammadiyah Jakarta dan lainnya. Persebaran ini menunjukkan komitmen pemerataan pendidikan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
Ke depan, Muhammadiyah juga terus berupaya memperluas jaringan pendidikan kedokteran, termasuk rencana pendirian fakultas kedokteran baru di kawasan timur Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga medis, khususnya di daerah-daerah yang masih kekurangan dokter.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan besar dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
Editor: TEUKU HUSAINI