• Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • International
  • Peristiwa
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Agama
  • Kesehatan
  • Infrastruktur
  • Loker

SinyalGoNews.com • Kesehatan • Rumah Sakit Mata Sumbar Gelar Workshop Deteksi Dini dan Skrining Glaukoma di Puskesmas 

KesehatanNews

Rumah Sakit Mata Sumbar Gelar Workshop Deteksi Dini dan Skrining Glaukoma di Puskesmas 

editor
Last updated: 25/04/2026 09:36
editor
Share
3 Min Read
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 82.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
SHARE

 

Padang, Sinyalgonews.com,–Rumah Sakit Mata Sumatera Barat menggelar Workshop dengan tema “Deteksi Dini dan Skrining Glaukoma di Puskesmas. Acara berlangsung di Aula Rumah Sakit Mata Sumbar, Sabtu (25/4/2026). Workshop diikuti oleh Pimpinan puskesmas atau pengelola program indra Puskesmas se kota Padang.

 

Direktur Rumah Sakit Mata Sumbar, Ns, Beniara Asmus, S.Kep, M.Kep dalam sambutannya mengatakan, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma. Menurutnya, gejala glaukoma sering tidak disadari dan baru diketahui ketika penyakit telah lanjut. “Kalau glaukoma diketahui sejak awal, maka saraf mata yang masih sehat bisa dipertahankan, sehingga orang bisa tetap bisa melihat hingga akhir hayat,” ujar Beniara.

Kegiatan workshop ini kata Beniara adalah untuk memberikan pengetahuan kepada pengelola program indra Puskesmas agar lebih trampil mendiagnosa penyakit mata terutama glaukoma.

 

Selanjutnya Beniara menyampaikan kalau Inovasi “Amal Jariyah” menjadi inovasi terbaik untuk tingkat Sumatera Barat.”Alhamdulillah, inovasi Amal Jariyah berhasil mendapat inovasi terbaik untuk tingkat Sumatera Barat dan akan menjadi inovasi andalan Pemprov Sumbar pada IGA Award tahun 2026″ tutur Beniara.

Sementara Dokter spesialis mata, dr, Andrini Ariesti, Sp. M(K) dalam paparannya mengingatkan masyarakat agar rajin melakukan deteksi dini melalui layanan medis skrining, terutama bagi pengidap diabetes maupun hipertensi hingga kelompok usia lanjut untuk menghindari penyakit glaukoma.

 

“Penyakit ini karena faktor usia, keturunan, etnik atau ras yang tidak dapat dicegah. Untuk lakukan deteksi dini. Kerusakan saraf mata akibat glaukoma tidak bisa disembuhkan atau dikembalikan, karena hanya bisa dikontrol,” ujarnya

 

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata akibat gangguan pada sistem aliran cairan mata.

Seseorang yang menderita kondisi ini, kata dia, dapat merasakan gejala berupa gangguan penglihatan, nyeri pada mata, sakit kepala.

 

Glaukoma, lanjut dia, merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak setelah katarak di seluruh dunia maupun di Indonesia, bahkan akibatnya bisa bersifat permanen.

 

“Karena sering tidak bergejala, calon penderita glaukoma kerap tidak menyadarinya. Karenanya harus diwaspadai bila memiliki riwayat diabetes, hipertensi atau yang secara umum kerap merasakan sakit kepala,” ucapnya.

 

Dr, Andrini Ariesti, Sp. M(K) menjelaskan, penyakit glaukoma memiliki dua jenis, yaitu primer serta sekunder, dan yang membedakan adalah penyebabnya.

 

Pada jenis primer, penyebabnya tidak diketahui, namun faktor genetik memiliki peran di dalamnya, sedangkan jenis sekunder karena efek samping obat-obatan atau akibat trauma dan penyakit lainnya.

 

Dampak glaukoma mengakibatkan kualitas hidup penderita mengalami gangguan penglihatan, dan akan adanya pengobatan yang intensif dan periodik.

 

Berdasarkan catatannya, dari 39 juta angka kebutaan di dunia, penyakit glaukoma menyumbang 3,2 juta jiwa atau 4-5 orang dari 1.000 orang di Indonesia adalah penderitanya.

 

(Marlim)

 

You Might Also Like

Kantor Hukum PTW & Rekan Laporkan 7 Orang Ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya Diduga Lakukan Tindak Pidana Pemalsuan Surat 263, 266
*Pembangkangan Hukum di Siang Bolong: Pemko Bukittinggi Pasang Plang Aset Bermodal AJB ‘Cacat Itikad’*
Keluarga Besar UNES Berduka Dr. Philips Adrianus Kana, S.H., M.H. Dipanggil Sang Khalik
Kajati Sumbar: Kepala Sekolah Adalah Aset Negara Yang Berharga
Polres Pasaman Barat Distribusikan Puluhan Ton Beras Murah Kepada Masyarakat Di Nagari Aua Kuning, Kecamatan Pasaman
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article *Riau Open Archery Competition 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 269 Pemanah dari Tiga Provinsi*
Next Article Pansel Umumkan 3 Besar Calon Kadis dilingkungan Pemko Padang. Berikut Nama-namanya
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Latest News

Ombudsman RI Resmi Mulai Penilaian Maladministrasi 2026 di Sumbar, Gubernur Mahyeldi: “Ombudsman Ibarat Malaikat yang Mengawasi Kami”
Nasional News Sumbar
23/07/2026
Gubernur Sumbar Usulkan Tiga Program Strategis kepada Menko Perekonomian, Dorong Teluk Tapang Jadi PSN
News
23/07/2026
Dirgahayu ke-66! Pimpinan Redaksi Sinyalgonews.com dan Seluruh Jajaran Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa 
News
23/07/2026
*SIRENE PERANG MERAUNG DI KUWAIT DAN OMAN, DRONE IRAN PICU SIAGA DI KAWASAN TELUK*
News
23/07/2026

You Might also Like

HukumNews

Hasil Pengembangan dari Pengungkapan Sebelum nya Polsek Lubuk Dalam Ringkus Seorang Pria di Tasik Seminai

29/04/2026
DaerahNasionalNews

Kapolri Buka Rakernis Gabungan 5 Divisi Satker Polri

22/03/2024
HukumNasionalNews

Polda Riau Bongkar Sindikat Beras Oplosan: 9,75 Ton Dijual Pakai Label Sumbar

29/07/2025
NasionalNewsPendidikan

Kadis Pendidikan Barlius Lepas Kontingen LKS Sumbar ke tingkat Nasional

26/07/2025

SinyalGoNews.com © 2024 All rights Reserved. made with ❤️ by Xweb.co.id

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?