PADANG, Sinyalgonews.com — Polemik munculnya organisasi yang menamakan diri Aliansi 4 Nagari menjadi perhatian serius masyarakat adat di Nagari Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Menyikapi persoalan tersebut, Forum Perwakilan Anak Nagari Limau Manis (F-Peran Lima) menggelar rapat bersama pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis pada Minggu (10/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung penuh dinamika itu digelar sebagai upaya mencari titik temu dan menjaga persatuan anak nagari di tengah berkembangnya berbagai persepsi terkait keberadaan Aliansi 4 Nagari yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Rapat dihadiri langsung Ketua KAN Limau Manis H. Zulkifli, SH Dt. Rajo Gumayang didampingi Wakil Ketua H. Asril Dt. Rajo Intan, Sekretaris Zulizal Rajo Bungsu, serta sejumlah pengurus KAN lainnya. Dari pihak F-Peran Lima hadir Ketua Umum Eka Putra Kurniadi bersama penasehat Edison dan jajaran pengurus organisasi anak nagari tersebut.

Dalam rapat tersebut, F-Peran Lima menyampaikan keberatan terhadap keberadaan Aliansi 4 Nagari yang dinilai telah membawa nama Nagari Limau Manis tanpa melibatkan organisasi resmi anak nagari yang berada di bawah naungan KAN Limau Manis.
Selain itu, F-Peran Lima juga mempertanyakan adanya pernyataan dari pihak Aliansi 4 Nagari di media sosial yang menyebut telah mendapat dukungan dari KAN Limau Manis. Pernyataan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ketua KAN Limau Manis H. Zulkifli, SH Dt. Rajo Gumayang dalam penyampaiannya menegaskan bahwa hingga saat ini KAN Limau Manis belum pernah mengeluarkan keputusan resmi terkait dukungan terhadap Aliansi 4 Nagari.
“Kami selaku pengurus KAN belum ada mengambil keputusan secara resmi bahwa kami mendukung organisasi Aliansi 4 Nagari,” ujar Dt. Rajo Gumayang di hadapan peserta rapat.
Ia menjelaskan, sebelumnya pada 3 Mei 2026 pihak KAN telah memanggil Ruri selaku Ketua Aliansi 4 Nagari untuk mendengarkan secara langsung maksud dan tujuan pembentukan organisasi tersebut, termasuk alasan menggunakan nama Nagari Limau Manis dalam aliansi itu.
“Karena kami sudah mendengarkan penjelasan dari pihak Aliansi 4 Nagari, maka hari ini kami juga mengundang F-Peran Lima sebagai organisasi anak nagari di bawah KAN untuk mendengarkan pandangan dan sikap mereka. KAN harus mendengar kedua belah pihak sebelum mengambil sikap,” jelasnya.
Suasana rapat sempat berlangsung alot. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan kritis, kekhawatiran, hingga masukan terkait dampak sosial yang bisa timbul apabila persoalan ini tidak disikapi dengan bijaksana.
Beberapa tokoh masyarakat yang hadir juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan marwah adat di tengah perbedaan pandangan yang berkembang.
Salah seorang tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua KAN Pauh, Wardas Tanjung, turut memberikan pandangan menyejukkan dalam forum tersebut. Ia mengingatkan seluruh ninik mamak dan anak nagari agar tidak memperkeruh suasana dan tetap menjaga kondisi nagari tetap kondusif.
“Kita selaku ninik mamak harus bisa menjaga kondisi tetap kondusif. Jangan sampai membalah batuang dalam nagari. Harus bijaksana dalam mengambil keputusan,” ujar Wardas Tanjung.
Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk F-Peran Lima maupun pihak-pihak yang tergabung dalam Aliansi 4 Nagari, agar mengedepankan semangat kolaborasi demi kepentingan nagari.
“Kalau ada anak nagari yang mau berjuang demi kampung halamannya, itu harus dirangkul dan diajak berkolaborasi. Jangan saling mengatakan kelompok kita yang paling baik. Nagari ini besar kalau dibangun bersama-sama,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta rapat yang berharap polemik ini tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat Limau Manis.
Setelah melalui diskusi panjang, rapat akhirnya menghasilkan kesepakatan bahwa KAN Limau Manis akan menggelar rapat lanjutan bersama seluruh pengurus dan ninik mamak sebelum mengambil sikap resmi terkait keberadaan Aliansi 4 Nagari.
Langkah itu dinilai penting agar keputusan yang diambil nantinya benar-benar mencerminkan suara bersama masyarakat adat dan tidak menimbulkan polemik baru di kemudian hari.
Masyarakat pun berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan musyawarah, serta menjaga persatuan anak nagari demi kepentingan Limau Manis ke depan.
( Mat )