Editor: TEUKU HUSAIN
BENGKULU, Sinyalgonews.com,–Kisah perjuangan Iqbal Rasyid Achmad Faqih menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di Indonesia. Berasal dari keluarga sederhana, putra seorang buruh harian lepas itu berhasil menembus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), salah satu kampus paling bergengsi di tanah air.
Di balik keberhasilannya, tersimpan perjalanan panjang penuh perjuangan, doa, dan pengorbanan. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga sederhana yang selalu mendampingi anaknya dengan doa dan lantunan ayat suci Al Quran.
Sejak kecil, Iqbal dikenal tekun belajar dan dekat dengan Al Quran. Ia mulai menghafal ayat-ayat suci bukan dari les mahal atau pendidikan elite, melainkan dari kebiasaan mendengar ibunya mengaji setiap hari di rumah. Suara bacaan Al Quran sang ibu perlahan melekat di ingatannya hingga membuatnya hafal banyak surah sejak usia dini.
Dalam keterbatasan ekonomi, Iqbal tidak pernah menyerah pada keadaan. Ia justru menjadikan kondisi keluarganya sebagai motivasi untuk terus berjuang meraih cita-cita menjadi dokter.
Iqbal merupakan siswa berprestasi yang berhasil masuk MAN Insan Cendekia Bengkulu melalui jalur prestasi. Di sekolah itu, ia aktif mengikuti berbagai perlombaan mulai dari olimpiade sains, riset ilmiah, lomba hadits hingga debat Bahasa Indonesia. Prestasinya bahkan membawa dirinya mewakili Bengkulu dalam ajang Kompetisi Sains Nasional dan Kompetisi Sains Madrasah tingkat nasional.
Menjelang ujian masuk perguruan tinggi, perjuangan Iqbal semakin berat. Ia harus membagi waktu antara belajar, mengikuti tryout, dan memperdalam materi UTBK. Saat libur sekolah, ia sering belajar dari pagi hingga sore di perpustakaan daerah Bengkulu demi mengejar mimpinya masuk FK UI.
Meski sempat gagal melalui jalur SNBP, Iqbal tidak patah semangat. Ia terus belajar dengan disiplin hingga akhirnya dinyatakan lolos Fakultas Kedokteran UI melalui jalur SNBT 2025.
Keberhasilan itu membuat kedua orangtuanya menangis haru. Sang ayah mengaku siap bekerja lebih keras demi mendukung pendidikan anaknya. Baginya, kesuksesan Iqbal adalah bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi besar.
Kini, Iqbal masih berusaha mencari beasiswa untuk membantu biaya kuliah dan hidup di Jakarta. Namun semangatnya tidak pernah surut. Ia ingin menjadi dokter yang bisa membantu masyarakat kecil dan membanggakan kedua orangtuanya.
Kisah Iqbal menjadi bukti bahwa kerja keras, doa orangtua, dan ketekunan mampu mengalahkan segala keterbatasan. Dari rumah sederhana di Bengkulu, anak seorang buruh harian itu kini berhasil membuka jalan menuju masa depan gemilang di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.