Editor: TEUKU HUSAINI
Bandar Lampung,Sinyalgonews.com,--Duka mendalam menyelimuti institusi Kepolisian Republik Indonesia setelah gugurnya Brigadir Arya Supena, seorang anggota kepolisian yang dikenal berdedikasi dalam menjalankan tugas. Ia tewas setelah ditembak pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ketika berusaha menggagalkan aksi kejahatan di wilayah Bandar Lampung.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada pagi hari saat situasi di sekitar lokasi masih terbilang ramai aktivitas warga. Berdasarkan informasi di lapangan, Brigadir Arya Supena saat itu tengah berada di sekitar area kejadian ketika melihat dua orang yang dicurigai sedang berusaha membawa kabur sepeda motor milik warga.
Tanpa ragu, sebagai aparat penegak hukum yang memiliki tanggung jawab menjaga keamanan masyarakat, ia langsung melakukan tindakan teguran dan mencoba menghentikan aksi para pelaku. Namun, upaya tersebut justru berujung maut. Salah satu pelaku yang diduga membawa senjata api secara tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah korban.
Peluru mengenai bagian vital kepala Brigadir Arya Supena, membuatnya langsung terjatuh di lokasi kejadian. Warga sekitar yang menyaksikan peristiwa tersebut sempat panik dan berusaha memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Kejadian ini sontak menggemparkan masyarakat sekitar dan memicu keprihatinan luas, mengingat korban adalah seorang aparat yang tengah menjalankan tugas mulia untuk menjaga keamanan publik. Aparat kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri usai melakukan penembakan.
Brigadir Arya Supena dikenal sebagai sosok yang cukup aktif dalam menjalankan tugas lapangan. Rekan-rekannya menyebut almarhum sebagai pribadi yang berani, disiplin, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus-kasus kriminalitas jalanan.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama istri dan dua orang anak yang kini harus kehilangan sosok kepala keluarga. Suasana haru menyelimuti rumah duka ketika jenazah dibawa untuk disemayamkan dan mendapatkan penghormatan terakhir dari institusi kepolisian.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus memburu pelaku penembakan hingga tertangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat keras bahwa kejahatan bersenjata masih menjadi ancaman serius yang harus ditindak secara tegas.
Tragedi gugurnya Brigadir Arya Supena menjadi simbol pengorbanan aparat negara dalam menjaga keamanan masyarakat, meski harus dibayar dengan nyawa. Semangat dan dedikasinya diharapkan menjadi teladan bagi aparat lainnya dalam menjalankan tugas di lapangan.