PADANG, Sinyalgonews.com,–Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI), Nof Hendra, mengapresiasi langkah Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang meminta pabrik pakan Garuda Bumi Papua di Kabupaten Keerom memprioritaskan bahan baku dari petani lokal. Komitmen itu disampaikan Fakhiri saat peletakan batu pertama, Rabu (3/6/2026).
“Untuk itu investasi yang masuk harus memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Gubernur Fakhiri di Jayapura, Kamis (4/6/2026).
Nof Hendra menilai arahan Gubernur sudah tepat sasaran. “Gubernur Fakhiri sudah buka jalannya: jagung petani Papua harus jadi tuan rumah di pabrik Keerom. Ini langkah strategis untuk ketahanan pangan dan hilirisasi. Kalau pabrik pakan jalan tapi jagungnya impor, itu namanya kita bangun rumah tapi orang lain yang sewa,” ujar Nof Hendra melalui pesan WhatsApp, Sabtu (6/6/2026).
FDI mencatat 3 peluang besar dari pabrik ini: 1) Membuka pasar pasti untuk jagung petani, 2) Menjadi fondasi industri pertanian-peternakan terintegrasi, 3) Mencetak pengusaha muda Papua di sektor agro.
Catatan FDI: 3 Kunci agar Komitmen Jalan
1. Kontrak Jelas: Perjanjian pembelian jagung dengan koperasi/gapoktan. Harga & volume harus pasti.
2. Pendampingan: Pemda + pabrik dampingi petani dari bibit sampai pascapanen.
3. Monitoring Terbuka: Publikasikan data serapan jagung lokal tiap 3 bulan agar publik bisa mengawal.
“Papua punya potensi besar swasembada pangan. Pabrik Garuda Bumi Papua bisa jadi fondasi awal. Tapi kuncinya satu: petani Papua harus jadi pemain utama, bukan penonton di tanahnya sendiri,” pungkas Nof Hendra.