PADANG, Sinyalgonews.com,– Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha. Salah satu contohnya terlihat dari lahir dan berkembangnya usaha kuliner Katupek Kapau Tek Gus yang berlokasi di Jalan Pramuka No. 2, Kota Padang.
Usaha kuliner khas Minangkabau tersebut menjadi salah satu bukti nyata bahwa pelatihan Affiliate AI yang dimotori Bunda Reffans tidak hanya memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga mampu membangkitkan semangat peserta untuk berani memulai usaha secara mandiri.

Pemilik Katupek Kapau Tek Gus adalah Dr. Gusnetti, M.Pd., 65 tahun, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bung Hatta. Di tengah kesibukannya sebagai akademisi, ia membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar, berinovasi, dan membangun usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai putri asli Nagari Kapau, Kabupaten Agam, Dr. Gusnetti menghadirkan cita rasa autentik masakan Kapau yang telah lama dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Sumatera Barat. Melalui Katupek Kapau Tek Gus, ia bertekad menjaga warisan kuliner Minangkabau sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Pelatihan Affiliate AI yang diikutinya menjadi titik balik lahirnya motivasi baru dalam berwirausaha. Berbekal ilmu yang diperoleh, Dr. Gusnetti semakin yakin bahwa teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperkuat promosi, memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan pelayanan, serta memperbesar peluang usaha berkembang di era digital.
Menurutnya, perpaduan antara pengalaman, pendidikan, dan pemanfaatan AI membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Kuliner tradisional tidak lagi hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, tetapi juga dapat dikenal melalui media digital tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Di balik kesibukannya sebagai dosen dan pelaku usaha, Dr. Gusnetti dikenal sebagai sosok ibu yang sederhana dan dekat dengan keluarga. Bersama suami serta anak-anaknya, ia menetap di Komplek Singgalang Blok B9 Nomor 4, Padang. Ketiga putra-putrinya telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana, sementara kehadiran dua menantu dan tiga cucu menjadi sumber kebahagiaan sekaligus penyemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Semangat untuk terus berkarya menjadi inspirasi bahwa dunia pendidikan dan dunia usaha dapat berjalan beriringan. Seorang dosen tidak hanya mengabdikan diri di ruang kuliah, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam membangun kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan.
Kehadiran Katupek Kapau Tek Gus diharapkan menjadi pilihan kuliner bagi masyarakat Kota Padang sekaligus membuktikan bahwa pelatihan berbasis teknologi mampu melahirkan peluang usaha baru. Dengan memanfaatkan AI secara positif, pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas promosi, pelayanan, hingga pengelolaan usaha secara lebih efektif dan profesional.
Bagi Dr. Gusnetti, mengikuti pelatihan Affiliate AI bukan sekadar menambah wawasan, melainkan menjadi momentum untuk bertransformasi menjadi wirausaha yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya kaum perempuan, kalangan akademisi, dan generasi muda, berani memanfaatkan teknologi sebagai sarana membangun usaha yang produktif.
Kisah Katupek Kapau Tek Gus menjadi bukti bahwa inovasi tidak mengenal usia. Dengan tekad, kemauan belajar, dukungan keluarga, serta pemanfaatan teknologi secara bijak, sebuah gagasan sederhana dapat berkembang menjadi usaha yang menjanjikan.
Semangat yang ditularkan melalui pelatihan Affiliate AI yang dimotori Bunda Reffans diharapkan terus melahirkan pelaku usaha baru yang kreatif, mandiri, dan mampu mengangkat potensi kuliner lokal ke tingkat yang lebih luas. Usaha ini sekaligus menunjukkan bahwa kuliner tradisional Minangkabau tetap memiliki tempat di hati masyarakat apabila dipadukan dengan strategi pemasaran modern.
Dari Jalan Pramuka No. 2, Kota Padang, Katupek Kapau Tek Gus hadir membawa cita rasa asli Kapau sekaligus semangat baru bahwa teknologi, budaya, dan kewirausahaan dapat berjalan berdampingan dalam menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.